Anda berada di :
Rumah > Nasional > Impor Beras, Bulog Prioritaskan Daerah yang Defisit

Impor Beras, Bulog Prioritaskan Daerah yang Defisit

Pengemasan beras di penggilingan Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik

JAKARTA – Badan Urusan Logistik (Bulog) mengaku bakal memprioritaskan penyaluran beras impor ke daerah-daerah yang bukan penghasil beras.

Nantinya beras tersebut akan diturunkan langsung dari kapal ke pelabuhan-pelabuhan di daerah tersebut.

Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti menyebut, lokasi defisit beras terdiri dari Jakarta, Batam, Medan dan Dumai.

“Pelabuhan yang akan disinggahi adalah pelabuhan-pelabuhan yang non produsen beras,” katanya seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Djarot menjelaskan, pihaknya saat ini sudah mulai melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah yang diprioritaskan untuk mendapat penyaluran beras impor.

Nantinya, menurut dia, beras impor tersebut akan terlebih dahulu disimpan di gudang milik Bulog hingga ada perintah untuk mendistribusikannya ke masyarakat.

“Supaya tidak tumpang tindih, diputuskan oleh Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bahwa beras yang diimpor akan diminta disimpan dulu untuk menjadi cadangan oleh Bulog,” jelasnya.

Hal itu, menurut dia, dilakukan guna mencegah terganggunya harga jual petani mendekati musim panen raya yang diprediksi pada Februari – Maret 2018.

Djarot menyebut, beras akan diimpor dari negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Myanmar, Pakistan, dan India. Adapun anggaran untuk melakukan impor akan berasal dari dana internal bulog.

Kendati demikian, ia tidak menutup kemungkinan, dana tersebut akan diganti oleh pemerintah nantinya.

“Dana memang dari internal Bulog, setelah barang itu datang tidak tertutup kemungkinan dana tersebut diganti oleh pemerintah dalam rangka dana cadangan beras pemerintah,” imbuh Djarot.

Di sisi lain, Djarot mengatakan Izin untuk impor beras tersebut sudah diselesaikan oleh Bulog. Hari ini, kata Djarot ,sedang dilakukan tahap seleksi administrasi perusahaan eksportir yang mengajukan Bulog.

Setelah itu, Bulog akan melakukan proses tawar menawar dengan perusahaan eksportir beras yang telah terseleksi. Dalam proses penawaran tersebut Bulog akan menegosiasikan harga dan waktu masuk beras impor tersebut.

“Kalau besok Clear, maka Senin buka Letter of Credit (LC),” imbuhnya. (Mal/CNN)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top