Anda berada di :
Rumah > Hukum > Betonisasi Jalan di Cilegon Dinilai Bermasalah

Betonisasi Jalan di Cilegon Dinilai Bermasalah

betonisasi

CILEGON,  – Pembangunan infrastruktur berupa betonisasi jalan di beberapa ruas jalan Kota Cilegon yang sedang dikerjakan dan menelan anggaran puluhan miliar APBD Kota Cilegon tahun 2016, dinilai bermasalah oleh LSM LTC Lembaga Transparansi Cilegon (LTC) dalam proses pengerjaannya.

Proyek betonisasi jalan yang sedang berjalan diantaranya, Jalan Purwakarta – Luwung Sawo dengan anggaran Rp 5.467.990.000; Jalan Stasiun Cilegon Rp 1.151.000.000; Jalan Piranha (Makam Balung) dengan anggaran Rp 4.175.700.000; Jalan Kandang Sapi (Cikeray)- Bagendung yang menelan anggaran sampai Rp 17.463.880.000.

Aktivis LTC, Hairul Umam, mengungkapkan, pada pelaksanaanya proyek tersebut banyak diduga terjadi pelanggaran. Seperti diabaikannya papan informasi proyek sebagai amanah Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang transparansi publik.

Masalah lainnya yakni rekayasa lalu-lintas yang tidak dilakukan secara baik oleh pelaksana proyek yang kerap membuat kemacetan, sehingga tidak sedikit pengguna jalan yang kecewa karena harus memutar balik kendaraannya.

“Kadang di lokasi sekitar proyek saya tidak melihat papan proyek, entah tidak dipasang atau mungkin dipasang pada tempat yang kurang terbuka. Padahal itukan wajib terpasang sebelum proyek dimulai. Amanah UU No.14 tahun 2008 loh,” ujar Umam  Senin 5 September 2016.

Temuan lainnya kata Umam, adanya dugaan monopoli merk beton yang digunakan oleh kontraktor pelaksana proyek.

“Perusahaan beton kan banyak di Cilegon, kenapa hampir semua proyek pakai ASA beton yang katanya milik penguasa kota itu, jangan-jangan ada apa ini?,” ujarnya.

“ASA beton kan perusahaan beton baru, entah bagaimana kualitasnya, dan dengan armada mobil yang kabarnya masih terbatas tapi harus mensuplay proyek-proyek betonisasi jalan yang sedang dikerjakan serempak begitu kan, kasihan para pekerja dan pengawas proyek yang kadang merasa jenuh karena menunggu ritasi mobil beton yang lamanya bisa mencapai satu jam lebih, saya khawatir berimbas pada kualitas pekerjaan?,” jelas Umam.

Selain itu, Umam juga menemukan adanya pelaksana proyek yang diduga menyalahi spesifikasi.

“Ada loh yang tidak terlebih dahulu membuat lapis perata sebagaimana umumnya, tapi entah saya belum lihat specnya. ada juga rangka tulangan beton yang umumnya pada standar spec ring/cincin tulangan besi itu di tek/las, tapi ada yang cuma diikat kawat. Dan jarak ring/cincin pada tulangan, dan lainnya, tapi untuk lebih jelas harus lihat langsung dilapangan, lebih bagus kita bawa spec dari PU sekaligus orang PU nya,” ujar Umam mengakhiri.

Sementara sampai berita ini ditulis, Nana Sulaksana selaku Kepala Dinas PU Kota Cilegon, belum bisa dikonfirmasi karena kesibukkannya jelang keberangkatan haji ke tanah suci Makkah. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : beritacilegon.co.id

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top