Anda berada di :
Rumah > Bisnis > SMK Sunan Drajat Terima Pesanan Kapal Canggih Seharga 20 Milyar

SMK Sunan Drajat Terima Pesanan Kapal Canggih Seharga 20 Milyar

Kapal Hasil Karya Siswa Pesanan KPLP Siap dikirim

 

Lamongan –  Lulusan pondok pesantren biasanya diremehkan orang. Namun untuk kali ini semua orang akan kagum dan bangga dengan apa yang telah dikerjakan  siswa SMK di  pondok pesantren Sunan Drajat yang berada di desa Banjarwati Lamongan.

Dua Kapal hasil kerja siswa SMK Sunan Drajat bersandar di dermaga sebuah galangan milik PT. Tri Ratna Diesel Indonesia (PT. TRDI). Kapal yang terbuat dari aluminium itu sudah siap untuk dikirim ke pemesannya yakni Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dengan harga per unitnya  Rp. 20 Milyar

Kapal dengan lebar 4 meter dan panjang 20 meter ini sejogyanya akan diserahterimakan dengan pemesan. Kapal ini merupakan kapal canggih, dengan  dilengkapi  system navigasi, radar  dan peralatan lain  yang super canggih. Kecepatan kapal bisa mencapai 35 mil perjam.

Kunjungan Forum Pendidikan Jatim (FPJ) ke Galangan Kapal tempat siswa bekerja

Luar biasa, Mungkin orang tidak percaya jika siswa SMK Sunan Drajat saat ini sudah bisa membuat kapal. Dan kapal tersebut harganya mencapai Milyaran rupiah. Tetapi mereka telah membuktikan, bukan hanya membuat replica tetapi ini memang benar – benar nyata.

Untuk bisa membuat kapal yang berstandart internasional tersebut, para pekerja yang merupakan siswa dari SMK Sunan Drajat ini terlebih dahulu harus memiliki sertifikasi internasional. Mereka dikirim untuk belajar keahlihan yang tersertifikasi. Sehingga setelah mendapatkan sertifikasi dibidang keahlihan dengan scala internasional maka mereka baru boleh bekerja.

Dua buah kapal di dalam galangan sedang dalam proses pembuatan oelh siswa

Berawal dari kerjasama antara SMK Sunan Drajat dengan PT. Tri Ratna Diesel Indonesia sebuah perusahaan pembuatan mesin dan kapal yang sudah berjalan 20 tahun. Dengan memanfaatkan lahan milik pondok pesantren sunan drajat di desa Tunggul Kecamatan Paciran. Maka dibangunlah sebuah galangan kapal di tepi pantai yang bersebelahan dengan Pelabuhan milik ASDP di Paciran.

Pembuatan kapal dilakukan oleh Siswa dengan didampingi oleh tenaga ahli dari PT. TRDI setelah sebelumnya plat aluminium yang sudah di mal dipotong dengan menggunakan CNC Laser Cuttung di Surabaya kemudian dikirim ke galangan.

Selanjutnya sesuai dengan desain gambar kapal mereka merakit perbagian hingga terbentuk menjadi sebuah kapal canggih,  setelah semua peralatan navigasi, elektrik, radar dan mesin terpasang di kapal tersebut maka inilah kapal canggih hasil karya anak SMK.

Galangan kapalitu sendiri mulai beroperasi sejak 2015. Beberapa unit kapal seharga milyaran hingga puluhan milyar telah berhasil diproduksi dengan melibatkan siswa SMK Sunan Drajat. Kerjasama tersebut rencananya akan berjalan selama 5 tahun. Jika dirasa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka kerjasama bisa dilanjutkan lagi.

Dalam diskusi dengan siswa terungkap bahwa siswa SMK Sunan Drajat merasa puas dengan keterlibatan mereka dalam produksi kapal sungguhan, bukan hanya kapal-kapalan seperti di sekolah lain.

Meski awalnya mendapat penolakan dari orang tua mereka yang tidak mengijinkan untuk ikut bekerja. Orangtua ingin mereka focus belajar namun setelah dijelaskan akhirnya menyadari bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh anaknya di galangan kapal kelak akan menjadi suatu pengalaman kerja yang dicari di berbagai perusahaan.

Salah satu siswa Ahmad Rif’an asal tuban menceritakan saat orang tuanya keberatan saat dia ikut kerja di galangan.

“ orang tua inginnya saya belajar di pondok saja, belum waktunya kerja tugasmu belajar, begitu kata orang tua, namun setelah saya beri penjelasan bahwa meski bekerja tetap ada guru dari pondok yang datang ke galangan dan memberikan pelajaran ngaji seperti dipondok. Akhirnya orang tuanya mengijinkan” Kata Ahmad

Diskusi antara FPJ dan Siswa di kantor PT. Tri Ratna Diesel Indonesia

Meski berada digalangan kapal, namun untuk kegiatan mengaji mereka tetap dapat bimbingan karena ada guru / ustad yang datang ke mess galangan untuk memberikan pelajaran mengaji. Begitu pula dengan pelajaran kurikulum sekolah yang belum tuntas. Seperti bahasa inggris dan bahasa Indonesia mereka terima di mess galangan.

Budi Santosa, salah satu pengajar di pondok pesantren Sunan Drajat yang mendampingi siswa magang di PT. TRDI ini mengatakan pelajaran untuk siswa ini selain kurikulum standart SMK yang dipadatkan, bimbingan mental setiap saat dan setahun magang di Galangan.

“ umumnya siswa dalam melamar pekerjaan ada syarat magang enam bulan, namun siswa kami magangnya satu tahun. Sehingga tidak diragukan lagi mereka pasti sudah mahir dan lebih siap dalam bekerja” Kata H. Budi Santosa yang tinggal di Desa Tunggul tempat galangan berada.

Siswa Sedang melakukan pengukuran bahan untuk proses lebih lanjut.

Dengan pengalaman yang didapat di galangan kapal tersebut. Mereka merasa percaya diri jika nanti setelah lulus SMK maka langsung dapat bekerja secara profesional dengan gaji tinggi. Saat ini saja sudah ada tawaran dari perusahaan jika lulus nanti untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Namun mereka Umumnya berkeinginan setelah lulus ingin magang di Jepang karena di sana gajinya tinggi sambil terus mengasah skill dan meningkatkan level sertifikasi keahlian di bidang masing-masing.

Inovasi dalam hal  kerjasama antara SMK Sunan Drajat dengan TRD tersebut bisa menjadi contoh bagi SMK yang lain. Kerjasama dengan dunia usaha dan industri mutlak diperlukan jika benar-benar ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya pandai berteori, tapi juga pandai mempraktikkan teori tersebut di dunia kerja

Dibawah  asuhan dan didikan dari para guru  Pondok Pesantren Sunan Drajat yang merupakan Ponpes  tertua di Jawa Timur yang  di asuh oleh Prof. DR. KH. Abdul Qhofur. Diharapkan para santri yang belajar di lingkungan pondok akan menjadi santri dan satriwati yang mempunyai kredibilitas tinggi dalam mengisi peluang kerja yang ada dan berahlaq mulia. (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top