Anda berada di :
Rumah > Entertainment > Aqiela Putri Cak Nun Wakili Indonesia diajang IFLC 2016 di Oslo

Aqiela Putri Cak Nun Wakili Indonesia diajang IFLC 2016 di Oslo

aqiela-putri-cak-nun-dan-novia-kolopaking-wakili-indonesia-ramaikan-iflc-2016-di-oslo
penampilan aqiela di ajang IFLC di Oslo (foto int)

Jogjakarta  – Festival Bahasa dan Budaya Internasional atau International Festival of Language and Culture (IFLC) yang diselenggarakan di gedung bergengsi Den Norske Opera & Ballett (Opera House/ Gedung Opera) di Oslo, Norwegia. Di ikuti sebanyak 14 negara termasuk Indonesia meramaikan pertunjukkan tersebut.

IFLC 2016 merupakan festival tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai bahasa dan budaya dari berbagai bangsa. Pada tahun ini, IFLC diselenggarakan di sebanyak 33 (tiga puluh tiga) negara, termasuk Norwegia.

IFLC 2016 Norwegia dibuka oleh Wakil Walikota Oslo, Khamshajiny Gunaratnam, politisi muda Partai Buruh Norwegia yang berdarah Sri Lanka.

Dalam pembukaannya, Wakil Wali kota menyambut kedatangan para peserta di Oslo, kota internasional yang memiliki keanekaragaman dan kekayaan budaya yang dihargai dan disayangi oleh masyarakatnya.

Menurutnya, Festival IFLC merupakan festival yang sangat dekat di hati dan pikiran masyarakat Oslo.

Khamshajiny mengungkapkan, dunia membutuhkan lebih banyak persahabatan, rasa saling memahami dan saling berbagi budaya seperti yang telah dilakukan para pelajar peserta IFLC.

Para pelajar tersebut, telah mempromosikan pentingnya nilai-nilai toleransi, tanpa diskriminasi dan integrasi budaya.

Selama 14 tahun, IFLC digelar di berbagai negara dan diramaikan oleh 160 negara dengan lebih dari 2.000 pelajar sebagai peserta.

Mereka menampilkan budaya unik dari masing-masing negara, seperti musik, tarian dan aksi budaya lainnya.

Selama dua tahun terakhir ini seperti dalam rilis yang diterima, Indonesia juga telah menjadi tuan rumah untuk acara IFLC. Festival ini, mengajarkan kepada generasi muda mengenal keberagaman budaya dan bahasa melalui musik, lagu, tarian.

Duta Besar RI untuk Norwegia, Yuwono A. Putranto, dalam kesempatan menghadiri acara IFLC 2016, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak penyelenggara dan para peserta yang telah menyukseskan acara IFLC tersebut.

Dubes Yuwono menyatakan, KBRI Oslo senantiasa mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan untuk memperkuat kesadaran multikultur di Norwegia.

Hal ini juga ditegaskan, pada waktu menerima kunjungan panitia IFLC di KBRI Oslo pada tanggal 11 Mei 2016.

“Indonesia merupakan negara demokrasi, yang multi etnik dan kaya akan keanekaragaman budaya. Oleh karena itu, kita sangat mendukung dengan mempertemukan para peserta dari berbagai latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda,” katanya.

Diharapkan generasi muda itu, akan terdorong dan termotivasi untuk semakin mengenal satu sama lain, menciptakan persahabatan dan persaudaraan, dan memperkuat toleransi dan rasa saling pengertian yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perdamaian dunia.

“Anak-anak mempunyai peranan yang sangat penting untuk itu,” ucap Dubes Yuwono.

Keindahan kebersamaan tersebut dapat dilihat dari pertunjukan malam itu, ketika masing-masing peserta menyanyikan lagu dengan bahasa nasionalnya sendiri dan diikuti oleh peserta lainnya.

Partisipasi Indonesia diwakili oleh Aqiela Fadia Haya, siswi pelajar Sekolah Kesatuan Bangsa di Yogyakarta, putri dari Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Novia Kolopaking yang telah sering memenangkan beberapa perlombaan diantara medali perak pada Turkish Olympiad 2014 di Jakarta dan medali perunggu pada Olympic Art and Language tahun 2014.

Selain Indonesia, peserta IFLC 2016 di Norwegia lainnya merupakan pelajar dari Amerika Serikat, Belarus, Denmark, Filipina, India, Maroko, Kazakhstan, Norwegia, Rusia, Serbia, Tunisia, Turki dan Ukraina.

Acara ini dihadiri oleh para Duta Besar, korps diplomatik, anggota parlemen, politisi, pemerintah, dan masyarakat Norwegia serta undangan lainnya. (gmnews/cp)

 

 

(galamedianews.com)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top