Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Bukit Daun Bekas Tambang Yang Jadi Destinasi Tempat Wisata Baru di Tuban

Bukit Daun Bekas Tambang Yang Jadi Destinasi Tempat Wisata Baru di Tuban

Taman Bukit Daun Hasi Reklamasi yang menjadi tempat wisata di Tuban

Tuban – Menjadikan sebuah tempat yang indah dan banyak dikunjungi masyarakat memang memerkukan sebuah sentuhan serta kepeduliahan yang tinggi terhadap lingkungan. Semen Indonesia menjadikan lahan bekas tambang sebuah tempat yang menarik sehingga menjadi sebuah destinasi tempat wisata baru yang ada di Tuban.

 

Tempat wisata taman Bukit Daun” yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, saat tengah populer dikalangan wisatawan. Lokasinya berada 18 km dari Kota Tuban, atau membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan.

 

Disebut “bukit daun” karena taman ini menyerupai bentuk daun yang berada diketinggian. Siapa sangka, lokasi yang memiliki pemandangan indah dan berhawa sejuk ini adalah lahan bekas tambang batu kapur milik Semen Indonesia.

Peresmian Taman Bukit Daun oleh oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah bersama Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin didampingi Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto dan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto.
Peresmian Taman Bukit Daun oleh oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah bersama Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin didampingi Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto dan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto.

Taman  “bukit daun” tersebut diresmikan oleh Deputi Bidang Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah bersama Direktur Utama Semen Gresik Mukhamad Saifudin didampingi Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Direktur Keuangan Semen Gresik Ginarko Isnubroto dan Direktur Produksi Semen Gresik Joko Sulistyanto.

 

Sekretaris Perusahaan Agung Wiharto mengatakan, taman bukit daun yang diresmikan ini menempati lahan seluas 1.000 m2. Taman ini mulai dibangun akhir Desember 2016 dan selesai pada Januari 2018.

 

“Taman bukit daun selain rindang, juga memiliki 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai, seperti; kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, kurma dan tanaman jenis obat yang khusus kita tanam dilahan tersebut” terangnya. (22/2/2018)

 

“Taman bukit daun akan menjadi wahana wisata baru bagi masyarakat. Beberapa fasilitas telah kami siapkan, diantaranya tempat parkir dan toilet. Selain itu, bagi yang suka mengunggah swafoto juga disediakan spot foto yang menarik. Taman Bukit Daun dibuka setiap hari pada jam tertentu. Hari Senin – Jum’at dibuka pukul 15.00 – 17.00 WIB. Sedangkan pada hari Sabtu – Minggu bisa dinikmati mulai jam 08.00 hingga jam 17.00”, imbuhnya.

Lebih lanjut Agung Wiharto menambahkan bahwa Semen Indonesia dalam melakukan penambangan selalu mengedepankan praktik penambangan yang ramah lingkungan. Sebagai contoh, lahan pasca tambang batu kapur dirubah menjadi sarana wisata dan hutan yang hijau. Sedangkan lahan pasca tambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk budidaya ikan dan pengairan lahan pertanian bagi masyaraat sekitar, Ujarnya.

 

Hingga tahun 2017, Semen Indonesia telah melakukan reklamasi lahan pasca tambang batu kapur seluas 187,66 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 187.935 batang. Sedangkan di lahan pasca tambang tanah liat seluas 67,04 Ha dengan jumlah pohon mencapai 109.932 batang. Diantaranya adalah Jati, Johar, Mahoni, Sengon, Flamboyan, Trembesi dan Kesambi. (shol)

 

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top