Anda berada di :
Rumah > Peristiwa > Dugaan Cuaca Buruk dan Tabrak Bukit

Dugaan Cuaca Buruk dan Tabrak Bukit

Wakasau Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja (tengah) memberikan keterangan terkait jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Wamena, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/12). (Liputan6.com/Johan Tello)

Jakarta – KSAU Marsekal Agus Supriyatna mengatakan faktor cuaca diduga berperan besar terhadap jatuhnya pesawat. Pesawat dengan nomor A-1334 itu diduga menabrak bukit saat hendak mendarat. Tabrakan diduga karena cuaca buruk yang mengganggu penerbangan.

“Pesawat mungkin menabrak Bukit Tugima. Nah, pesawat itu saat akan landing, pada saat itu, wing sebelah kiri mungkin menabrak bukit, sehingga pesawat lost contact dan jatuh,” kata Agus.

Kepala Bandara Wamena, Rasburhani juga menyebutkan, saat hendak mendarat, kabut sedang menyelimuti Kota Wamena. “Cuaca pagi di daerah pegunungan tengah Papua kabut tebal,” kata Rasburhani.

Namun, kata dia, hal tersebut merupakan sesuatu yang biasa terjadi di wilayah Wamena. “Memang seperti itu. Kabut tebal,” kata dia kepada Liputan6.com.

Mengenai seluruh korban, Wakil Kepala Staf Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengatakan seluruhnya telah ditemukan bersamaan dengan bangkai pesawat jatuh. “Ke-13-nya ditemukan,” kata Hadiyan.

 

Berikut nama 12 nama kru pesawat Hercules:

  1. Mayor Pnb Marlon A Kawer Instruktur
  2. Kapten Pnb J Hontian F Saragih
  3. Lettu Pnb Hanggo Fitradhi
  4. Lettu Nav Arif Fajar Prayogi navigator
  5. Plt Lukman Hakim juru radio udara
  6. Plt Suyata juru mesin udara I
  7. Plt Kusen juru mesin udara II
  8. Serma Kudori juru mesin udara III
  9. Plt Agung Tri Load master I
  10. Pld Agung S Load Master II
  11. Serma Fatoni Load master III
  12. Serda Suyanto extra crew

 

Sedangkan satu lagi korban pesawat Hercules, merupakan penumpang terusan dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang. Korban bernama Kapten Rino dari Satgas 212.

Dimakamkan di Tiga Tempat

Seluruh jenazah anggota TNI AU korban pesawat Hercules C-130 HS yang jatuh di Wamena, Papua, diperkirakan tiba di Pangkalan TNI AU Abdurrahman Saleh Malang, Jawa Timur, malam ini.

Jenazah para korban akan dimakamkan sesuai keinginan pihak keluarga. Apakah di makam keluarga, Taman Makam Pahlawan Untung Suropati Kota Malang, atau kompleks pemakaman Pangkalan TNI AU Abdurrahman Saleh Malang di Taman Makam Marga Baka.

Komandan Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama Djoko Senoputro, sudah mendatangi rumah duka seluruh korban. Pertemuan dengan keluarga membicarakan proses kedatangan sampai lokasi pemakaman korban pesawat jatuh.

“Ada yang meminta dimakamkan pihak keluarga, ada yang menyerahkan ke TNI AU. Dari kami ada dua lokasi pemakaman yaitu Taman Makam Pahlawan dan Makam Marga Baka,” kata Djoko di Malang, Minggu (18/12/2016).

Saat melayat ke rumah duka, Djoko meminta pihak keluarga agar kuat dan ikhlas menerima musibah ini. Seluruh korban adalah putra terbaik bangsa yang gugur saat menjalankan misi negara. Santunan untuk keluarga korban akan diberikan, namun prioritas saat ini adalah pemulangan korban. (L6/com)

 

 

 

 

Sumber : Liputan6.com

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top