Anda berada di :
Rumah > politik dan pemerintahan > Qosim Alif Koneksikan Wisata Ziarah Wali dengan Bukit Surowiti, Untuk Kembangkan Wisata Relegi Panceng

Qosim Alif Koneksikan Wisata Ziarah Wali dengan Bukit Surowiti, Untuk Kembangkan Wisata Relegi Panceng

Pak Qosim bersama warga Sorowiti saat menawarkan pengembangan destinasi wisata relegi

Gresik – Pasangan Cabup Cawabup Gresik, Qosim-Alif menaruh perhatian dalam pengembangan pariwisata di Desa Surowiti Kecamatan Panceng. Untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata Bukit Surowiti, pasangan QA akan membangun link destinasi wisata di Kabupaten Gresik.

Dalam kegiatan sambung rasa tersebut juga diungkapkan, Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah yang dikenal dengan wisata religinya, bahkan Kota Gresik yang meiliki banyak pesantren dan beberapa wisata religi yang ada disebut juga sebagai kota santri.

Kecamatan Panceng juga memiliki beberapa obyek wisata relegi, seperti Petilasan Sunan Kalijaga dan beberapa makam pemuka agama islam, di kawasan ini juga
terdapat obyek wisata alam dan gua.

“Jadi nanti wisatawan yang datang ke Gresik khususnya wisata religi akan terbangun jaringan destinasi mulai ziarah Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, kemudian ke Panceng ke Bukit Surowiti. Di sini ada petilasan Sunan Kalijaga dan sejumlah makam tokoh syiaŕ Islam di Kabupaten Gresik dan tanah Jawa,” kata Pak Qosim di hadapan warga Desa Surowiti Kecamatan Panceng, Senin (16/11/2020).

“Wisata Bukit Surowiti dengan fenomena alamnya yaitu berupa gua karts berpotensi dikembangkan karena letaknya berdekatan dengan obyek Wisata Bukit Jamur dan Pantai Pasir Putih Dalegan. Kawasan wisata memiliki pemandangan alam yang sangat menarik dengan lokasi wisata berada di atas bukit yang terjal. Nah jaringan obyek wisata ini akan kita buat jaringan, sehingga wisatawan yang datang ke Gresik bisa langsung memgakses destinasinya,” jelas Pak Qosim.

Menutrutnya, Obyek wisata Bukit Surowiti dengan beberapa obyek wisatanya dan lokasi yang jauh dari pusat kota memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke lokasi obyek wisata ini, hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung dari tahun ke tahun, yaitu tahun 2008 jumlah pengunjung 4.814, tahun 2009 jumlah pengunjung 6.540, tahun 2010. Kemudian di tahun 2019 tercatat ada dua kali lipatnya.

” Dengan jaringan wisata religi dan wisata halal ini, kunjungan wisata bisa diatas 20 ribu orang. Mereka yang ke Surowiti akan kita tawarkan obyek wisata di Dalegan, Banyu Biru Lowayu, Wagos Sekapuk. Juga sebaliknya, sehingga wisatawan naik dan harapan kami bisa membangkitkan ekonomi warga Desa Surowiti, Kecamatan Panceng,” ujar Pak Qosim. (Yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top