Anda berada di :
Rumah > politik dan pemerintahan > Banyak Dikeluhkan Warga, Wakil Ketua DPRD Gresik Asluchul Alif Sidak Proyek Jalan Betoyo-Dagang

Banyak Dikeluhkan Warga, Wakil Ketua DPRD Gresik Asluchul Alif Sidak Proyek Jalan Betoyo-Dagang

Wakil DPRD Gresik Asluchul Alif saat melakukan sidak pembangunan jalan Betoyo-Dagang

Gresik – Usai mendapat pengaduhan dari warga masyarakat pada saat Reses, Wakil Ketua DPRD Gresik Asluchul Alif lakukan Sidak (Inspeksi Mendadak) terhadap proyek pembangunan jalan Betoyo-Dagang dan drainase Desa Tanggulrejo, Kecamatan Manyar, Senin (9/12/2019).

Pasalnya, proyek pembangunan jalan sepanjang 900 meter yang menelan anggaran 9,3 miliar ini tak kunjung selesai dan terkesan ditelantarkan.

” Setelah kita telusuri, ada beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan. Seperti penutup drainase, drainase yang tidak tersambung ke sungai dan bekas galian yang tidak dirapikan,” ungkap Asluchul alif

Dalam sidak yang dilakukan selama dua jam tersebut, Wakil Ketua DPRD Gresik Asluchul Alif juga ditemani Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir dan Kepala Desa Tanggul Rejo Abdul karim ali.

Asluchul alif yang juga ketua DPC Gerindra ini kembali menambahkan, biar sinkron dan tidak menyalahkan satu pihak saja, setelah ini kita akan kroscek ke Dinas PUTR Gresik terkait RAP (Rencana Anggaran biaya Proyek Pembangunan), perjanjian dan perencanaannya.

” Untuk penutup drainasenya kontraktor janji tanggal 12-13 ini akan diselesaikan. Sedang untuk drainase yang tidak sambung ke sungai memang itu beda kontraktor dan pengerjaannya sebagian dilaksanakan tahun lalu, nanti kita juga akan kordinasikan dengan PU agar tahun depan bisa di anggarkan untuk pengerjaan tersebut,” tambahnya.

Wakil DPRD Gresik Asluchul Alif saat melakukan sidak pembangunan jalan Betoyo-Dagang
Wakil DPRD Gresik Asluchul Alif saat melakukan sidak pembangunan jalan Betoyo-Dagang

Sementara itu Kepala Desa Tanggulrejo Abdul karim ali berharap, agar proyek ini bisa cepat terselesaikan terutama untuk penutup drainasi dan penyambungan ke sungai. Dan juga banyak warga yang rumahnya bersebelahan dengan dranase sudah banyak yang mengeluh karena aksesnya tertutup.

” Setidaknya ada yang bertanggung jawab, bukan hanya kontraktor pelaksana tetapi PUTR nya juga dari segi pengawasan,” ungkapnya.

Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas PUTR (Pekerjaan Umum Tata Ruang) Gunawan Setijadi saat ditemui di kantornya menjelaskan, proyek peninggian jalan Betoyo-Dagang dan saluran air di Desa Tanggulrejo yang dikerjakan oleh PT. Berkah Rahmat Sejati sebernarnya ditarget selesai pada 4 Desember 2019.

“ Tapi ini dia terlambat. Ini bukan dikasih waktu, tapi memang harus diselesaikan,” jelasnya.

“ Akibat keterlambatan pengerjaan ini, kontraktor yang bersangkutan nanti akan disanksi denda karena sudah melebihi kontrak dan juga akan diberi peringatan. Tapi ini sudah mau selesai. Cuma tinggal diperbaiki,” tambah Gunawan.

Selanjutnya dalam waktu dekat ini, pihak Dinas PUTR juga akan segera mengecek secara langsung pengerjaan proyek. (Yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top