Anda berada di :
Rumah > Peristiwa > Pasca di Demo Warga PT. Jebe Koko Lakukan Perbaikan Total

Pasca di Demo Warga PT. Jebe Koko Lakukan Perbaikan Total

Photo : Karyawan PT. Jebe Koko saat lakukan bersih-bersih halaman perusahaan usai lakukan senam Jumat pagi

Gresik – Setelah di demo warga Desa Manyar akibat mengeluarkan bau tak sedap seminggu yang lalu, PT. Jebe Koko yang berlokasi di Jl, Raya Manyar KM.25, Kawasan Industri Maspion Blok SE, Romo Gresik, sampai saat ini masih belum melakukan aktifitas produksinya.

Diberhentikannya proses produksi yang dilakukan, karena perusahaan pengolah biji cocoa ini, telah bersepakat dengan warga untuk menghentikan proses produksi sementara. Sampai perusahaan mampu meminimalisir polusi bau yang ditimbulkan akibat proses produksi.

Asisten Manajer Produksi, PT Jebe Koko Indonesia, Noviek Yulianto mengatakan, pihak perusahaan selama seminggu terakhir pasca demo kemarin telah malakukan perbaikan. Setelah kami kroscek, ternyata ada penyumbatan pada katub peredam bau pada mesin.

” Sampai hari ini, beberapa katup sudah kami bersikan dan perbaiki. Selebihnya, masih dalam proses perbaikan oleh maintenant kami ” ujar nya.

Noviek juga mengungkapkan, setelah demo kemarin perusahaan berinisiatif mendatangkan mesin peredam bau yang telah dipesan beberapa saat yang lalu.

” Sambil menunggu kedatangan mesin, maintenant kami masih akan melakukan perbaikan semaksimal mungkin. Setidaknya nanti bisa meminimalisir limbah bau yang ada ” ungkap Noviek, Jum’at (21/07/2018).

Selaku General Affairs dan External Relations PT. JeBe KoKo Ditya Rachmawati mengatakan, sesuai kesepakatan dengan warga, perusahaan sudah tidak melakukan proses produksi sampai saat ini.

” Hanya produksi saja yang tidak beroperasi, tapi untuk aktifitas yang lain seperti administrasi, stok bahan baku dan pengiriman tetap masih kita jalankan ” ujarnya.

Terkait upaya-upaya mengurangi limbah bau yang ada Ditya menjelaskan, kami akan berupaya semaksimal mungkin. Dan perusahaan sudah melaporkan updete-updete terbaru tentang upaya perbaikan tersebut kepada instansi-instansi terkait.

” Intinya yang diminta masyarakat untuk meminimalisir limbah bau sudah kami lakukan ” jelasnya.

Ditya berharap, apabila nanti kami tidak bisa mengurangi sepenuhnya, setidaknya masyarakat bisa memaklumi itu.

” Kalau diminta 100 persen bagi kami sangat sulit, tapi setidaknya kami sudah berupaya menguranginya dan setidaknya masih di ambang batas kesehatan ” tambah Ditya.

Sementara itu untuk mengisi kegiatan selama berhenti berproduksi, Ditya membeberkan, para karyawan kita ajak untuk melakukan kegiatan peningkatan kemampuan kembali.

” Seperti mengisi kegiatan hari ini, ada kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar perusahaan ” pungkas Ditya Rahmawati, General Affairs & External Relations PT. Jebe Koko Indonesia mengakhiri. (Yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top