Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > STIT Raden Santri Wisuda 153 Mahasiswa

STIT Raden Santri Wisuda 153 Mahasiswa

Gresik – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Santri Gresik dalam usianya yang ke 26 mewisuda 153 mahasiswa  jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan rincian 89 mahasiswa dari Bawean

Bertempat di gedung Wisma A Yani jalan Veteran Gresik dilakukan prosesi sidang Senat Terbuka untuk melepas dan mewisuda para mahasiswa yang telah lulus. Rabu (10/10/2018)

Dr.  Yunus Abu Bakar M.Pd. Sekretaris kopertis wilayah IV Surabaya yang hadir dalam prosesi Wisuda Sarjana Strata 1 (S1) STIT Raden Santri Gresik dalam sambutannya berpesan agar para mahasiswa tidak puas sampai disini.

“janganlah berhenti belajar hanya sampai disini (red S1), masih ada jenjang S2 dan saya harap anda semua bisa melanjutkan jenjang pendidikan ke S2 “ katanya.

Yunus Abu Bakar menambahkan agar STIT Raden Santri Gresik kedepan bisa menjadi Institut Agama Islam yang minimal harus mempunyai 5 jurusan program pendidikan. Karena saat ini masih mempunyai dua jurusan yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Ilmu Anak Usia Dini (PIAUD)

Wakil Bupati Gresik M. Qosim dalam sambutannya mengucapkan selamat atas diwisudanya para sarjana. Qosim berharap kelak para wisudawan  bisa memberikan manfaat dalam membangun Indonesia khususnya untuk Kabupaten Gresik.

“ Pembangunan bangsa Indonesia di mulai dari mahasiswa yang mempunyai ide dan gagasan yang luar biasa dalam mengisi pembangunan nasional untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa  Indonesia sejak dahulu. “ kata Qosim.

Masih kata Qosim, Seorang pemimpin jaman now yang perlu disiapkan adalah penguatan karakter. Baik karakter moral maupun kinerja. Maka akan tercapai suatu kinerja yang bagus. Namun tetap harus mempunyai literasi yang baik.

Ida Rochmawati, Ketua STIT Raden Santri
Ida Rochmawati, Ketua STIT Raden Santri

Sementara Ida Rochmawati, Ketua STIT Raden Santri berharap setelah diwisuda mereka bisa mengaplikasikan hasil yang selama ini diperoleh dibangku kuliah untuk kesejahteraan masyarakat

“ Para mahasiswa harus mempunyai terobosan dalam penerapan ilmunya. Belajar untuk menyesuaikan zaman dan kondisi lingkungan. Mereka juga harus belajar tehnologi  agar bisa memadukan pembelajaran Agama Islam”  kata Ida.

H. Abdul Munip Ketua Yayasan
H. Abdul Munip Ketua Yayasan

Abdul Munip selaku ketua yayasan  juga berpesan agar mahasiswanya dapat berkontribusi membangun daerah dan juga melakukan gebrakan menjadi guru agama era digital yang milenial dengan mengembangkan kreatifitas saat mengajar.

Pada kesempatan itu juga STIT Raden Santri juga BAZNAZ Gresik memberikan bantuan untuk pembangunan gedung  sebesar Rp. 20 juta  dan pemberian beasiswa sebesar Rp. 21 juta bagi  7 mahasiswa yang berprestasi (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top