Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > Siswa SDN Sawotratap 1 Lancar USBN

Siswa SDN Sawotratap 1 Lancar USBN

Sidoarjo – Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) / MI dimulai serentak 3-5 Mei 2018. Ada beberapa perbedaan pada pelaksanaan USBN SD 2018 dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2017 Usek, 25 persen soal disiapkan oleh pusat dan 75 persen soal dibuat oleh guru serta dikoordinasikan oleh dinas pendidikan provinsi.

 

Untuk 2018, sebesar 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh pusat, sedangkan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). Untuk tahun ini bentuk soal ujian sekolah berstandar nasional 2018 adalah LJK (Lembar Jawaban Komputer) yaitu pilihan ganda dan LJU(Lembar Jawaban Uraian), dan kisi-kisi nasional.

Ujian akhir pengganti Usek hanya tiga mata pelajaran yang diujikan dalam USBN di tingkat SD, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Dengan persiapan yang matang siswa kelas 6 tingkat SD/Mi  pasti bisa melewati USBN sebagai ujian akhir dengan lancar.

 

SDN Sawotratap 1, kecamatan  Gedangan Sidoarjo sejak pelaksanaan USBN selama tiga hari berjalan lancar. Dan seluruh peserta ujian berjumlah 154 siswa terdiri  153 siswa reguler dan 1 siswa inklusi, ikut semua.

Menurut kepala sekolah Jamhari, S.Pd, M.M. M.Si , persiapannya menghadapi USBN sudah dipersiapkan dengan maksimal, yaitu mengikuti  tryout -tryout,  kabupaten 1 kali, kecamatan atau K3S tiga kali dan sekolah mengadakan 6 kali serta istighosah bersama di masjid Hidayatulloh Sawotratap.  Dan sebelumnya juga telah dilakukan pertemuan wali murid, dan komite untuk musyawarah agar putra-putrinya sukses mencapai nilai terbaik.

“Alhamdulillah, pelaksanaan USBN selama tiga hari mulai 3 – 5 Mei berjalan lancar, seluruh siswa kelas 6 yang berjumlah 154 mengikuti semua tanpa ada kendala apapun” tutur Jamhari.

Selain itu pengambilan soal LJK termasuk pengembaliannya harus dilakukan oleh kepala sekolah dengan dikawal 2 anggota polisi dari polsek setempat, dan pengawas disilang antar sekolah 1 gugus. “Berharap anak –anak mendapat nilai bagus dan bisa diterima di SMPN 80%, tahun sebelumnya siswa yang masuk negeri 80%, yang 20 % mondok dan masuk SMP swasta”pungkasnya.(af)

 

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top