Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > SD Muwri Didatangi Dua Aktivis Lingkungan Belanda

SD Muwri Didatangi Dua Aktivis Lingkungan Belanda

Gresik – Ramah dan indah! Mungkin itu kesan yang didapatkan oleh Huub Kistermann dan Inge Veen, pasangan suami istri asal Belanda dalam kunjungan pertamanya ke SD Muhammadiyah 1 Wringinanom pagi ini (Rabu, 8 Agustus 2018).

Kedatangan mendadak kedua aktivis lingkungan ini sontak menjadi kejutan bagi warga sekolah berjuluk SD Muwri itu.

Meski bagi Huub dan Inge, kunjungan mereka ke SD Muhmmadiyah 1 Wringinanom ini adalah yang pertama, namun sebaliknya, bagi sekolah Muhammadiyah yang terletak di wilayah paling selatan Gresik ini, kunjungan semacam ini bukanlah yang pertama.

Terlepas dari lokasinya yang termasuk rural area, pamor SD Muhammadiyah 1 Wringinanom bisa dibilang tidak kalah dengan sekolah-sekolah besar yang ada di kota.

Setelah meneken penandatangan kerjasama dengan Ecoton, sebuah lembaga swadaya yang fokus pada pelestarian lingkungan, boleh dibilang SD Muhammadiyah 1 Wringinanom adalah sekolah pelopor kegiatan basis lingkungan di wilayah Kecamatan Wringinanom.

Mulai dari kegiatan membersihkan bantaran sungai Surabaya, menulis buku tema lingkungan, yang hampir tiap tahun dilakukan sejak tiga tahun lalu, sampai program DBD atau Donasi Bumi dan Dhuafa yang sengaja diadakan.

Wilayah bantaran kali Surabaya yang terletak tepat di depan sekolah, beberapa tahun lalu berupa lahan penuh gundukan sampah, namun sejak tiga tahun lalu, oleh pihak sekolah yang didukung oleh siswa dan walimurid, telah berhasil disulap menjadi lahan yang dipenuhi pohon dan bunga.

Sebelumnya lahan ini sempat menjadi taman, namun karena terkena dampak pelebaran jalan akhirnya ada bagian yang rusak dan saat ini masih dalam proses perbaikan. Semua ini dilakukan atas dasar keprihatinan pihak sekolah karena melihat masih banyaknya masyarakat yang tidak perduli terhadap pentingnya keberadaan lingkungan.

Oleh karena itu, edukasi lingkungan kepada siswa sangat urgen untuk diberikan.
Karena fokusnya ini, membuat SD Muhammadiyah 1 Wringinanom punya daya tarik untuk dikunjungi terutama bagi para pegiat lingkungan baik dari skala lokal maupun internasional.

Sebelum kunjungan Huub dan Inge ini, ada beberapa aktivis lingkungan yang telah berkunjung ke sekolah ini. Sebagaimana kunjungan sebelumnya, agenda Huub dan Inge ini dalam rangka mengajak siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Gresik, untuk turut menjaga lingkungan terutama menjaga kualitas air dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Kunjungan kedua aktivis ini, tidak disia-siakan oleh pihak sekolah. Kepala sekolah, Kholiq Idris, S.Pd, mengajak Huub dan Inge masuk kelas dan berinteraksi dengan siswa. “Biar anak-anak terbiasa dan bisa luwes berkomunikasi, apalagi di era yang komunikatif ini” ujarnya.

Saat memasuki kelas 5 Zaid bin Tsabit, Huub dan Inge mengutarakan kegembiraannya bisa berkunjung ke sekolah swasta ini. Menurut mereka kunjungan kali ini sangat menyenangkan karena banyak hal menarik yang mereka jumpai. “Sangat ramah dan indah.”, ucapnya sebelum kemudian bercerita tentang negara mereka, Belanda.
Di sela-sela ceritanya ini, banyak siswa kelas 5 Zaid yang merasa tertarik dan bertanya tentang seluk beluk negara Kincir angin tersebut.

“Ada sebuah suku bernama Frezielan, dan ada banyak masjid juga di sana” ujarnya menanggapi pertanyaan dari Ahmad Saifuddin Rafiif dan Fina Syifaussita.

Kunjungan Huub dan Inge ini terbilang singkat karena mengingat ada agenda lain yang menunggu mereka. Setelah sekitar 30 menit berinteraksi dengan siswa kelas 5 Zaid bin Tsabit, Huub dan Inge pamit undur diri, namun sebelum itu Kholiq Idris, S.Pd, menyerahkan kenang-kenangan berupa buku tulisan karya siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, yang pernah diserahkan langsung kepada Bupati Gresik, Sambari Halim, kepada mereka. “Wow, hebat!” ujarnya dalam bahasa Indonesia sebelum menutup perjumpaan itu. (Ak)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top