Anda berada di :
Rumah > Komunitas > Prof. Tihami : Yayasan Boleh Beda, Tapi Karakter Pendidikannya Harus Tetap Satu Al-Khairiyah

Prof. Tihami : Yayasan Boleh Beda, Tapi Karakter Pendidikannya Harus Tetap Satu Al-Khairiyah

img-20161023-wa0018

CILEGON – Sesepuh Al-Khairiyah, Prof DR HMA Tihami MA MM, meminta seluruh lembaga pendidikan Al-Khairiyah yang tersebar di seluruh Indonesia, maupun di luar negeri, untuk memiliki kesamaan karakter, yakni karakter khusus Al-Khairiyah.

Tihami meminta ada semacam penanaman sikap Al-Khairiyah sebaagai identitas atau pride of Al-Khairiyah dengan menentukan karakter Al-Khaiiyah sebagai organisasi atau jamiyah.

Tihami juga meminta dilakukannya inventarisasi yayasan-yayasan pengayom lembaga pendidikan Al-Khairiyah di cabang-cabang yang demikian banyak dan beragam dengan memfungsikannya sebagai alat penguat lembaga pendidikan Al-Khairiyah.

Jadi kebijakannya yayasan boleh berbeda tapi pendidikannya tetap satu, Al-Khairiyah,kata Tihami saat menyampaikan makalahnya kepada seribuan peserta Muktamar ke-9 Al-Khairiyah di Kampus Al-Khairiyah Citangkil, Cilegon, Sabtu pagi 22 Oktober 2016.

Sebelumnya Tihami mengungkapkan Al-Khairiyah sempat terpuruk pasca direlokasinya pondok pesantren Al-Khairiyah oleh pemerintah orde baru untuk pembangunan pabrik baja PT Krakatau Steel, pada era akhir tahun 70-an.

Menurut Tihami penggusuran oleh PT KS telah menyebabkan tercerabutnya spirit dan ruh Al-Khairiyah sebagai pesantren yang dituju masyarakat tanah air untuk menitipkan putra-putrinya belajar agama Islam.

Muktamar yang dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Gubernur Banten Rano Karno tersebut mengagendakan pemilihan Ketua Umum PB Al-Khairiyah yang baru yang akan menjadi pemimpin Ormas Islam dengan ratusan cabang madrasahnya yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.(fer)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top