Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > PPNU Trate Gresik Study Banding Ke Sydney Agar Bisa Cetak Generasi Unggul dan Berprestasi

PPNU Trate Gresik Study Banding Ke Sydney Agar Bisa Cetak Generasi Unggul dan Berprestasi

TRATE

GRESIK  –  Menjadi sebuah lembaga pendidikan bermutu memang banyak diidamkan setiap instansi pendidikan. Namun tidak banyak keinginan itu bisa diwujudkan dengan baik. Salah satunya adalah melakukan study banding ke suatu Negara yang memang taraf pendidikannya sudah maju dan berhasil mencetak lulusan terbaik dalam bidang pendidikan.

Hal itulah yang saat ini menjadi fokus dari Perguruan Pendidikan NU (PPNU) Trate Gresik, dalam mengembangkan beberapa sekolah dibawah naungannya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak lima kepala sekolah dari Perguruan tersebut melakukan Studi Banding ke Australia, tepatnya di kota Sydney, Ibu kota negara bagian New South Wales.
Study banding yang dilakukan tidak lain ingin menggali sejauh mana proses pembelajaran yang dilakukan di Negara maju, baik itu melalui kurikulum maupun manajemen pendidikan yang dilakukan sehingga hal tersebut akan bisa mencetak siswa – siswi yang unggul dan berprestasi

Trate1
Kepala Sekolah Madrasah Ibtida’iyah Nahdlatul Ulama (MINU) Trate Putra Gresik, Huda Arifin mengungkapkan, Study Banding ini merupakan salah satu upaya Perguruan Pendidikan NU (PPNU) Trate Gresik, dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjadikan sekolahnya MINU Trate Putri Gresik sebagai Sekolah unggulan yang dikenal masyarakat.

“Kami ingin sekolah kami berkembang menjadi sekolah unggulan, untuk mencapai itu perlu adanya managemen pendidikan yang tepat dan akurat. karena ini menyangkut kualitas dan mutu pendidikan di sekolah. Maka dari itu, kami lakukan Studi Banding, karena Sekolah di Sydney Australia menjadi kiblat pendidikan Negara barat yang dekat dengan kawasan Asia Tenggara, “Ungkap Huda Arifin beserta rombongannya sepulang dari Sydney, New South Wales (10/08).

Selama lima hari berada di negeri kangguru (4-9/08), Rombongan Kepala Sekolah ini mengunjungi Sekolah Dasar dan sekolah Menengah Swasta ternama di kota Sydney, yakni di Cathedral Primary School dan St Andrew’s Cathedral School. Dipilihnya Lembaga Pendidikan itu karena keduanya merupakan sekolah berbasis Agama yang sampai saat ini masih bertahan diantara ratusan Sekolah lain yang berbasis Sekuler di Australia.

Tak sekedar berkunjung saja, Namun Rombongan Petinggi sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Gresik ini serius mempelajari beberapa poin penting pada kedua sekolah tersebut, untuk dijadikan model percontohan dan diterapkan di masing-masing sekolahnya.

Diantaranya seputar Managemen Pendidikan, Pengelolaan Perekonomian Sekolah, dan Integrasi Pendidikan Pengetahuan Umum dan Agama. Misalnya Pengelolaan Perekonomian Sekolah, St Andrew’s Cathedral School memiliki bentuk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) seperti Ruko perbelanjaan dan Minimarket, serta Bisnis Property seperti Hotel.

Dimana Omset yang dihasilkan dari usaha dan bisnis itu, setiap bulannya digunakan oleh pihak sekolah untuk meng-Cover uang gedung dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tiap semester bagi Siswa dari keluarga yang tidak mampu. Hal itu bertujuan, agar Wali Siswa tidak lagi terbebani soal biaya pendidikan anaknya di sekolah.

Sebab pihak sekolah (St Andrew’s Cathedral School), menginginkan Wali Siswa hanya fokus mengawal secara maksimal terhadap proses Pendidikan anaknya baik dirumah maupun disekolah. Ini salah satu program yang membutuhkan peran total wali siswa, karena berorientasi pada tingkat kedisipilinan belajar dan kreasi siswa saat disekolah dan dirumah.
Trate2
Tak hanya itu, Cathedral Primary School dan St Andrew’s Cathedral School juga mengintegrasikan Pendidikan Pengetahuan Umum dan Agama. Program itu rencananya bakal menjadi contoh program prioritas Rombongan Pendidikan Perguruan NU Trate Gresik, sebagai metode baru para guru dalam mengajar sekaligus menanamkan nilai Akhlaqul Karimah dalam diri siswa.

“Integrasi Pendidikan Pengetahuan Umum dan Agama itu merupakan impian saya sejak dulu, tapi masalahnya kurikulum pendidikan di negara kita kan berbicara lain. Seperti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berdiri sendiri, padahal peran Tuhan di Alam semesta ini kan tak tergantikan,” terang Huda Arifin.

Seperti diketahui, Sistem Pendidikan di Indonesia selama ini menerapkan dikotomi Pendidikan Pengetahuan Umum dan Agama, yang seolah-olah Pengetahuan Umum tidak ada relevansinya dengan Ilmu Agama. Contohnya, Lembaga Pendidikan keagamaan (Madrasah dan Tsanawiyah) tidak di akomodasi oleh Institusi Pemerintah yang bertugas dalam hal pendidikan (Dinas Pendidikan), melainkan melalui Kementerian Agama (Kemenag) di masing-masing daerah.

Sementara itu, menurut Purwanto Kepala Sekolah MINU Trate Putri Gresik, Cathedral Primary School dan St Andrew’s Cathedral School memang layak dijadikan refrensi bagi sekolahnya. Alasannya, kedua sekolah tersebut selain memiliki program yang edukatif dan bernilai spiritual, juga dikenal sebagai sekolah unggulan oleh masyarakat di Negara Australia lantaran memilki ciri khas, yaitu di bidang seni dan musik.

“Memang harus begitu, lembaga pendidikan sekolah harus punya ciri khas atau sesuatu yang diunggulkan di masyarakat. Itu kan penting untuk menarik minat orang tua dalam memilih sekolah yang baik dan tepat untuk anaknya,”tutur Purwanto, Kepala Sekolah MINU Trate Putri Gresik. (*/red)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top