Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > Peringati Hari Gizi, Siswa SD “Royoan Tumpeng Buah Bergizi”

Peringati Hari Gizi, Siswa SD “Royoan Tumpeng Buah Bergizi”

25 Januari 2018 merupakan peringatan Hari Gizi Nasional yang ke 58, bersama membangun gizi menuju bangsa sehat dan berprestasi.

Surabaya – SD Inspiratif Muhammadiyah 15 Surabaya untuk sambut hari gizi nasional dan makanan nasional dengan mengadakan kegiatan makan bersama dengan membawa bekal sendiri sekaligus memberikan penyuluhan kepada siswa tentang mengajarkan cara hidup sehat dengan mengkosumsi makanan sehat yang mengandung empat sehat lima sempurna, yang diikuti ratusan siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6, dan diteruskan dengan royoan tumpeng buah bergizi, juga ditampilkan musik angklung dari siswa siswi kelas 3, 4 dan 5.

Kegiatan ini dilaksanakan tepat pada 25 Januari yang ditetapkan sebagai hari Gizi dan Makanan Nasional dihalaman sekolah dengan mendatangkan ahli gizi dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Surabaya Endah Bardiati untuk memberikan pengarahan tentang cara hidup sehat.

Menurut Endah sejak dini anak-anak harus dibiasakan sarapan pagi sebelum jam sembilan, karena sarapan itu penting bagi anak sebelum berangkat sekolah, sarapan merupakan sumber tenaga bagi mereka untuk melakukan aktifitas.

“Satu Porsi makanan harus mengandung 3 hal, yaitu bergizi, beragam, dan berimbang, 1 porsi makanan harus mengandung karbohidrat, sumber tenaga, sumber membangun seperti protein . sayur dan buah , dan susu sebagai pelengkap, dan jangan lupa 24 jam tubuh membutuhkan 1500 air mineral” lanjut Endah.

Sementara itu Ustadzah kelas 3 Anna Rafika Ningsih menambahkan, “berharap dengan kegiatan ini anak-anak tidak memakan jajanan sembarangan, tetap memakan makanan yang bergizi dan berimbang”.

SD Muhammadiyah 15 Surabaya, sebagai sekolah inspiratif memiliki banyak program, salah satunya pembinaan Dokter Kecil atau yang biasa disebut Dokcil. Materi yang biasa diajarkan pada anak-anak tim dokcil limas diantaranya empat sehat lima sempurna ini dipopulerkan oleh guru besar ilmu gizi pertama di Indonersia Prof. Poerwo Soedarmo pada 1950 an.

Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan sehat adalah makanan yang mengandung 4 sumber nutrisi yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur sayuran, buah-buahan , dan disempurnakan dengan susu. Setelah mendapatkan pengarahan, tim Dokcil Limas mensosialisasikan di ruang kelas, mulai kelas 1 sampai kelas 6 sesuai jadwal kunjungan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan tim Dokcil Limas, sehingga pada saat ada event lomba baik tingkat lokal, nasional, maupun Internasional siap tampil dan penuh percaya diri.

Diantara lomba yang pernah diikuti adalah Kompetisi Dokter Kecil Mahir Gizi Online 2014 tinkat nasional, tim Dokcil Limas raih juara 2, demikian pula saat presentasi dokterb kecil mahir gizi di Kementrian Kesehatan Negeri Sembilan Malaysia yang meraih predikat terbaik tingkat Internasional.

“ Royoan tumpeng buah bergizi ini dilaksanakan pada tepat pada hari gizi dan makanan Nasional, Kamis (25/1/2018), dengan tujuan tim Dokcil Limas dan anak-anak Limas terinspirasi makan yang sehat, sehingga tetap sehat dalam belajar, tetap semangat menuntut ilmu, dan mampu meraih prestasi sesuai minat bakat, dan cita-cita yang diharapkan baik orang tua maupun diri sendiri” kata M. Natsir M.Pd., selaku kepala SD Muhammadiya 15 Surabaya.

Gizi sebenarnya berasal dari kata sarapan bahasa arab gizzah yang mempunyai arti makanan sehat, Dan seberapa penting gizi samapai saat ini adalah satu agenda terbesar di Indonesia dalam hal perbaikannya. Karena itu muncul slogan “Empat Sehat lima Sempurna” yang sering kita dengar. Dan persoalan gizi sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama oleh Bapak Gizi Nasional Indonesia kita yaitu Prof. Poerwo Soedarmo dari sejak awal kemerdekaan . Karena gizi memang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai masyarakat yang berbangsa dan bernegara.

Pada awal kemerdekaan, kondisi gizi masyarakat Indonesia memang tidak terlalu baik. Oleh karena itu, Mentri Kesehatan RI saat itu J. Leimena meminta Prof. Poerwo untuk mengepalai Lembanga Makanan Rakyat(LMR) yang pada saat itu bernama Institut Voor Volkvoeding (IVV) yang merupakan lembaga penelitian kesehatan agar bisa mengatasi permasalahan gizi masyarakat Indonesia. Itu karena kondisi masyarakat Indonesia yang bisa dibilang berada di dalam area kemiskinan dan kurangnya kesadaran akan makanan sehat sehingga kondisi sehatan masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan dan terbelakang.

Melihat kondisi tersebut, Poerwo melaksanakan bebebrapa program untuk mengatasi hal tersebut. Prioritas pertama dan utama pada saat itu adalah untuk menumbuhkan ksesadaran serta pendidikan akan pentingnya gizi yang sehat pada masyarakat.

Namun karena kondisi masyarakat pada saat itu rata-rata masih buta aksara dan kurang mampu. Beliau membentuk kader-kader pendidikan gizi dimana nantinya mereka yang akan langsung berinteraksi dengan masyarakat yaitu dengan cara mendidirikan Sekolah Djuru Penerang Makanan (SDPM) pada tahun 25 Januari 1951. Itu cuplikan sejarah hari gizi nasional yang ditetapkan 25 januari. (af).

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top