Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > Menjadi Berkah, Ngajar di Sekolah Muhammadiyah

Menjadi Berkah, Ngajar di Sekolah Muhammadiyah

Surabaya – Mengisi hari libur sekolah usai Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil tahun pelajaran 2017-2018, di Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya mengadakan pelatihan guru, Senin-Selasa, 18-19 Desember 2017, yang diikuti 85 guru.

Saat pembukaan, M. Natsir, mengajak seluruh guru dan karyawan berdiri, “ayo temen temen, tepuk tangan, tepuk tangan, lanjut tepuk, tepuk kaki. Ok… Tepuk tangan semua, silahkan duduk kembali, sebelum pelatihan dimulai kita harus siap dan konsentrasi, jangan ngantuk, ” ujar Natsir sambil tersenyum

Materi yang disampaikan pada saat pelatihan, untuk sesi 1, disampaikan Rudy Kustijono selaku ketua Majelis Dikdasmen Pimpinanan Cabang Wiyung kota Surabaya, dengan tema,; tekhnik penulisan karya tulis ilmiah.

Rudy mengatakan,  setiap guru harus banyak membaca, memiliki wawasan yang luas sebelum menulis karya tulis ilmiah. Penulisan itu tetbagi dua; pertama penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu perbaikan pembelajaran dengan tindakan tertentu dari hasil refleksi.

Kedua, penelitian pengembangan, yaitu pengkajian secara sistematis sesuai criteria,  valid, praktis dan efektif. ‘ Sambiil menunjuk ke peserta, Rudy melanjutkan pembicaraan

” Ayo bapak ibu mulai menulis… Bisa PTK atau yang Pengembangan, silahkan bapak ibu tentukan, nanti akan kita kasih reward/penghargaan karya tulis yang terbaik. ” Ungkap Rudy disambut tepuk tangan meriah peserta

Pada sesi 2, Irwandono, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wiyung mulai bertanya “ayo bapak ibu, siapa yang sudah 20 tahun ngajar disini? ” Sepontan ada yang angkat tangan, “sudah berapa tahun bu? ” ungkap Irwandono, “23 tahun tad, ” jawab Musfiroh, guru kelas 1 SD Muhammadiyah 15 Surabaya, bagamaina pengalaman ngajar selama 23 tahun bu? “Sambung Irwandono, ” sambil ngajak Musfiroh cerita didepan peserta.

Kisah Musfiroh, “Alhamdulillah selama ini bisa ngajar di Muhammadiyah, karena menjadi berkah, pesan ibu saya, ngajar di Muhammadiyah saja sambil berdakwah. ” Tutur Musfiroh sambil mengenang pesan ibu

Irwandono, memberi tanggapan, “itulah yang diharapkan pimpinan, guru tidak hanya sekedar mengajar, tapi diimbangi amar makruf nahi munkar, agar sekolah Limas ini tetap eksis dan berkembang pesat, baik dunia akhirat. ”

Najib Sulkan, pembicara sesi 3, tentang profil sekolah inspirarif. Ada 12 unsur standar sekolah inspiratif, diantaranya adalah selalu berfikir positif,

“sekolah inspiratif harus dikembangkan berfikir positif, semua program sekolah yang sudah dirumuskan satu tahun sebelumnya. Adakan komunikasi, sosialisasi, kersama tim yang istiqomah, sehingga kerangka berfikir positif pasti akan berkembang di Limas yang sudah mencanangkan sekolah inspiratif. InsyaAllah disini sudah ada tinggal ditingkatkan. ” Tuturnya sambil acungkan jempol. (aff)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top