Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Jawa Timur Masuk 16 Provinsi di Indonesia yang Siap Selenggarakan UNBK SMA

Jawa Timur Masuk 16 Provinsi di Indonesia yang Siap Selenggarakan UNBK SMA

Cahayapena.co.id – Provinsi Jawa Timur masuk dalam 16 dari 34 provinsi di Indonesia siap menyelenggarakan 100% Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018 untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Keenambelas provinsi tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Lampung, DKI Jakarta, Banten, dan Sulawesi Tengah.

UNBK SMA akan digelar pada 9-12 April 2018 dengan diikuti sebanyak 1.394.862 siswa dari 11.346 sekolah.

Jadwal pelaksanaan tersebut sama dengan UN untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) yang diikuti sebanyak 417.025 siswa dari 7.002 sekolah. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengklaim, sebagian besar sekolah di 16 provinsi tersebut mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri.

“Hanya beberapa sekolah yang pelaksanaan UNBK nya menumpang ke sekolah lain. Permasalahan menumpang UNBK bukan hal yang negatif (kemungkinan soal bocor). Saya menjamin, dengan sistem soal yang dienkripsi soal-soal UNBK sangat aman,” kata Totok di Kantor Kemendikbud, Jakarta, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Totok menuturkan, hanya ada lima provinsi, yakni Maluku (31%), Kepulauan Riau (45%), Nusa Tenggara Timur (NTT) (50%), Papua Barat (50%) dan Sumatera Selatan (52%) yang pencapaian pelaksanaan UNBK nya masih rendah. Ketersediaan komputer dan jaringan internet menjadi kendala utama di provinsi tersebut.

“Pelaksanaan UNBK tahun ini meningkat. Tahun lalu 30.000 sekolah di seluruh Indonesia sekarang menjadi 68.000, naik lebih dua kali lipat,” ujarnya.

Totok menyatakan, ada sekitar 25.000 sekolah yang masih menggunakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNKP). Menurut dia, mayoritas berada di daerah kepulauan seperti Maluku, Papua Barat, dan Kepri.

“Saya kira itu karena listrik dan jaringan yang terbatas. Kami berharap program dari Kemenkominfo untuk mengadakan jaringan internet dari desa ke desa berjalan sehingga UNBK bisa dilaksanakan di daerah tersebut,” katanya.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, UNKP pada jenjang SMK di daerah pinggiran ada yang mencapai 70%. “Kami usahakan tahun depan ada peningkatan, mudah-mudahan tahun depan sebaliknya, 30 persen saja yang UNKP,” ujar Muhadjir.

Sumber : Pikiran Rakyat

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top