Anda berada di :
Rumah > Pendidikan > Dorong Literasi Guru, Perpustakaan Semesta Gelar Lomba Membacakan Nyaring

Dorong Literasi Guru, Perpustakaan Semesta Gelar Lomba Membacakan Nyaring

Gresik – Sekitar 150 Guru dan Petugas Perpustakaan Sekolah Dasar Negeri dan Swasta (SD/MI) berlomba menampilkan ketrampilannya dalam penyisihan Lomba Membacakan Nyaring.

Dan, hari ini 32 finalis berlaga di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik untuk merebut menjadi Pembaca Nyaring terbaik se-Kabupaten Gresik.

Lomba yang digelar Perpustakaan Semesta Alam (SALAM) ini bermaksud untuk merangsang ketrampilan peserta dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa mereka di sekolah.

Disamping itu, Perpustakaan SALAM yang didanai melalui program CSR oleh PT. SMELTING dengan menggandeng LSM Mutiara Rindang, bermaksud menyebarluaskan manfaat membacakan nyaring kepada sebanyak-banyaknya Guru dan Petugas Perpustakaan di Kabupaten Gresik.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dihadiri dan didukung pula oleh perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta PT. SMELTING, termasuk 32 perwakilan sekolah para finalis.

Acara ini merupakan babak final dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Pada babak penyisihan lalu, acara diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Gresik (27/2), dan diikuti oleh 57 peserta.
Dalam sambutannya, Bapak Dwi Bagus Hariyanto, Assistant Section Manager dari PT. SMELTING mengatakan, bahwa program Perpustakaan SALAM berusaha memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketrampilan guru dan petugas perpustakaan sekolah di Kab. Gresik.

Membacakan Nyaring merupakan salah satu ketrampilan untuk menumbuhkan kebiasaaan membaca bagi siswa. Membacakan Nyaring juga merupakan praktik terbaik dari negara lain yang kini mulai dipraktikkan di Gresik.

Melalui lomba ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan dorongan bagi guru untuk meningkatkan kemampuannya. Terutama kemampuan guru dalam mendongkrak rendahnya kemampuan literasi siswa.

Dengan ketrampilan membacakan nyaring yang baik, siswa dapat memahami isi cerita dengan baik. Dan yang terpenting, siswa dapat menikmati isi bacaan yang mendorongnya untuk menyukai bacaan tanpa paksaan, jelas panitia.

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top