Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Zidan Yang Nikmati Liburan Terakhirnya Usai UNBK

Zidan Yang Nikmati Liburan Terakhirnya Usai UNBK

Pacitan – Liburan Tio Lutfi Hanafi, 20, dan kawan-kawannya di Pantai Srau, Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Minggu (16/4/2017) kemarin berakhir petaka. Pemuda asal Widang, Tuban, itu bersama kedua temannya digulung ombak setinggi dua meter, yang tiba-tiba menerjang Karang Bolong, spot favorit di Pantai Srau.
Tio dan Reza Amrullah, 18, warga Mojoarno, Jombang, berhasil selamat. Nahas, seorang teman lainnya, Ahmad Zidan Haris Siddiqy (17) warga Jalan Margo Rukun 32 Desa Kisik Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik dinyatakan hilang. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung oleh kepolisian, dan tim SAR dari BPBD Pacitan. ‘’Kami bertiga sempat berpegangan pada karang. Tetapi, karena ombak susulan terlampau kencang, akhirnya Zidan terseret ombak,’’ ujar Tio.
Insiden yang menimpa Tio dan kawan-kawannya terjadi sekitar pukul 08.00. Pagi itu, Tio dan tujuh temannya dari Tuban, Jombang, dan Gresik, sengaja berlibur ke Pantai Srau untuk refreshing, setelah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), beberapa waktu lalu.
Di pantai tersebut, mereka memilih bermain air di spot Karang Bolong. Spot tersebut terbilang sepi, tidak terlalu banyak pengunjung jika dibanding spot utama. ‘’Saat kami datang (sekitar pukul 07.00), lautnya tenang. Ombak juga sangat rendah. Kami bermain di spot Karang Bolong karena bagus dan sepertinya aman,’’ terangnya.
Tak disangka-sangka, saat Tio dan lima temannya tengah bersantai di Karang Bolong, ombak yang awalnya hanya 15 sentimeter, tiba-tiba datang menggulung dengan ketinggian satu meter. Para remaja itu langsung kocar-kacir. Tiga orang berhasil menyelamatkan diri.
Sedangkan Tio, Reza, dan Zidan, terjebak gulungan ombak. Ketiganya berpegangan pada karang. Belum sempat melarikan diri, datang ombak susulan setinggi dua meter. Zidan langsung terhanyut. Terjangan ombak begitu kencang membuat Tio sempat tak sadarkan diri karena kepalanya terbentur karang. ‘’Saat itu, sudah tidak ada tanda-tanda keberadaan Zidan,’’ jelasnya.
Oleh teman-temannya yang selamat, Tio langsung dilarikan ke RSUD dr. Darsono Pacitan. Sementara Reza dan beberapa temannya yang selamat berjaga di lokasi, meminta tolong warga dan petugas untuk mencari Zidan. Sekitar pukul 12.00, BPBD, petugas puskesmas, dan polisi, dan TNI tiba di lokasi.
Namun, pencarian baru dilakukan sekitar pukul 15.00, karena ganasnya ombak pasang di pantai tersebut. ‘’Medan di lokasi pencarian tidak bersahabat. Ombaknya tinggi dan langsung laut lepas. Kami tidak mau ambil risiko,’’ ujar Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Pujono, di lokasi.
Lokasi pencarian pertama dilakukan di seputaran Karang Bolong. Pencarian dilakukan dengan menyelam di sekitar lokasi batu-batu karang. Petugas juga dibantu warga dalam melakukan pencarian.
Setelah hampir satu jam melakukan pencarian di sekitar batu-batu karang tersebut, Zidan belum juga terlihat. Menjelang maghrib, sekitar pukul 17.00 lebih, upaya penyelaman dihentikan. ‘’Hasil penyelaman nihil, hampir dipastikan tidak ada di sekitar lokasi Karang Bolong,’’ ujarnya.
Pujono mengatakan, pencarian di malam hari dilakukan hanya sebatas penyusuran di sepanjang bibir pantai. Pencarian baru akan kembali diintensifkan pagi ini. Ia mengaku tidak punya banyak pilihan cara dalam melakukan pencarian.
Jika ombak terlampau tinggi, pencarian hanya bisa dilakukan melalui pandangan mata. Mengoperasikan perahu karet di sekitar lokasi juga tidak memungkinkan lantaran banyak karang dan ombak yang tinggi. ‘’Tidak bisa menggunakan perahu karet. Ombaknya mencapai dua meter dan banyak batu karang. Penyelaman juga sulit dilakukan karena dari lokasi Karang Bolong, langsung laut lepas,’’ urainya. (pct/rad/int)
Sumber : pacitanku.com

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top