Anda berada di :
Rumah > Hukum > Tujuh Tahun Penjara, Buat Kakek Yang Hamili Cucunya Sendiri

Tujuh Tahun Penjara, Buat Kakek Yang Hamili Cucunya Sendiri

ilustrasi-pemerkosaan
ilustrasi

Surabaya РMajelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terpaksa menjatuhkan hukuman kepada  Yudi (65), selama tujuh tahun penjara, warga Surabaya ini karena terbukti menyetubuhi cucunya sendiri, sebut saja Delima (14), hingga hamil. Dan dia harus merasakan sisa hidupnya di dalam penjara dalam waktu cukup lama.
Vonis yang ternyata setahun lebih ringan dari tuntutan jaksa tersebut dibacakan Hakim Tutut di PN Surabaya pada Rabu, 27 April 2016. Terdakwa Yudi dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 81 ayat (1) UU Perlindungan Anak.
“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun,” kata hakim.
Dijelaskan dalam sidang, perkara cucu dihamili kakek itu bermula ketika Delima menikmati masa liburan usai lulus dari sekolah dasar pada Juli 2015 lalu. Korban hidup serumah dengan kakek dan neneknya. Berniat meneruskan sekolah ke tingkat SMP, Delima lalu meminta terdakwa Yudi agar mengukur lebar punggungnya untuk ukuran seragam baru.
Terdakwa menyanggupi lalu mengukur punggung cucunya dengan tangan. Ternyata, terdakwa bernafsu. Dari mengukur punggung, terdakwa kebablasan memijat dan meraba-raba tubuh cucunya itu. Delima sempat menolak keras tapi terdakwa terus memaksa dan meyakinkan tidak akan hamil.
Korban tak kuasa menolak. Sang kakek pun melucuti celana korban dan terjadilah pencabulan itu, meski hanya sekadar meraba-raba. Selama Juli hingga September 2015, terdakwa mencabuli korban sampai sembilan kali. Terdakwa baru nekat menyetubuhi cucunya pada Oktober sampai Desember tahun yang sama.
Kepada korban, terdakwa selalu berpesan agar tidak menceritakan perbuatan bejatnya kepada neneknya. Tak disadari, hubungan badan sedarah itu berbuah janin. Perut delima jadi gendut dan neneknya mengetahui. Tak ingin jadi aib keluarga, Delima lalu diungsikan. Gadis remaja itu urung melanjutkan sekolah.
Baik terdakwa Yudi maupun jaksa sama-sama menerima vonis hakim. Dalam sidang, jaksa Anggraeni sempat bertanya pada terdakwa.
“Kelak oleh si bayi sampeyan dipanggil apa. Mbah atau bapak?” Namun, Yudi tidak menjawab pertanyaan tersebut dan hanya tersenyum. (vivanews/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top