Anda berada di :
Rumah > Gresik > Sidang Kasus Surat Palsu Kades Turirejo Masuk Tahap Pembacaan Tuntutan di PN Gresik

Sidang Kasus Surat Palsu Kades Turirejo Masuk Tahap Pembacaan Tuntutan di PN Gresik

Surianto, Kades Turirejo, Kecamatan Kedamean Gresik

Dilihat 1603

GRESIK, Cahayapena.co.id – Kasus sengketa tanah yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Turirejo Kecamatan Kedamean Gresik beberapa waktu lalu ternyata terus berlanjut hingga di pengadilan negeri (PN) Gresik.Surianto, terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara karena diduga telah memalsukan surat keterangan riwayat tanah

Surianto Kades Turirejo yang awalnya dilaporkan oleh Supeno karena dianggap memalsukan dokumen surat keterangan riwayat tanah, kini tengah menjadi terdakwa dalam beberapa kali sidang hingga saat ini sidang menjelang pembacaan tuntutan yang rencananya akan digelar Senin (26/2/2024).

Sidang pembacaan tuntutan akan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik Paras Setio SH. MHLi terhadap terdakwa Surianto kades Turirejo.

Dalam awal dakwaan yang dibacakan di persidangan beberapa waktu lalu, , JPU Paras Setio mengungkapkan bahwa terdakwa selaku Kepala Desa Turirejo telah secara sah membuat surat keterangan tanah palsu atas nama Miftakhul Arif. Padahal sejatinya tiga bidang tanah tersebut adalah milik Supeno.

Tiga bidang tanah tersebut dibeli Supeno pada 2013 dan 2014 dari pemiliknya, yakni atas nama Kasim, Mutmainah dan Kartaman. Proses jual beli waktu itu diketahui oleh mantan Kades Turirejo bernama Samsuhar yang kini sudah meninggal dunia.

Dalam uraian surat dakwaan JPU diungkapkan bahwa pada Maret 2022, Supeno bermaksud membuatkan sertifikat untuk ketiga bidang tanah yang dibelinya pada 2013 dan 2014 tersebut. Namun betapa terkejutnya Supeno, karena tiga bidang tanah miliknya itu telah dialihkan kepemilikannya oleh terdakwa selaku Kades Turirejo kepada orang lain.

“Terdakwa telah membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak yang seolah-olah isinya benar dan tidak palsu. Diancam jika pemakaian surat tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat,” ujar JPU Paras Setio saat membacakan surat dakwaan di awal persidangan pada Desember 2023.

Akibat dari perubahan dan pengalihan hak tiga bidang tanah tersebut lantas Supeno melaporkan Kades Surianto ke Polres Gresik dengan tuduhan memalsukan surat keterangan tanah atas nama Supeno menjadi Miftakhul Arif.

Kasus pidana ini kemudian bermuara ke PN Gresik dengan nomor perkara 389/Pid.B/2023/PN Gsk. Pada bulan Desember 2023 mulai disidangkan oleh majelis hakim PN Gresik. Setelah melalui beberapa tahapan dan jadual persidangan maka pada Senin (26/2) pekan depan Jaksa Paras Setio dari Kejari Gresik akan membacakan surat tuntutan kepada terdakwa Kades Surianto.

Kades Surianto yang kini berstatus tahanan kota dijerat dengan dakwaan pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat.(red)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top

Selamat Hari Raya Idul Fitri


 

This will close in 10 seconds