Anda berada di :
Rumah > Hukum > Satlantas Gresik Pantau Jalur Rawan Laka

Satlantas Gresik Pantau Jalur Rawan Laka

IMG_20160630_111049

Satlantas Gresik Pantau Jalur Rawan Laka

GRESIK – Satlantas Polres Gresik tidak ingin ada kejadian kecelakaan di jalur tengkorak di daerah Ambeng-Ambeng. Adanya jalur rawan kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ambeng-Ambeng Kabupaten Gresik menjadi perhatian khusus Satuan Lalu Lintas Polres Gresik. Di jalur ini nanti akan di tempatkan lebih banyak petugas agar pengendara lebih berhati-hati dan tidak main salip karena ada garis lurus marka jalan. Untuk meminimalisir kecelakaan, Polres Gresik akan melakukan tindakan tegas terhadap pengguna jalan yang melanggar.

“Banyak kendaraan melakukan pelanggaran dengan menyalip dari sisi kanan. Padahal ada markah garis lurus tak terputus di tengah jalan yang berarti dilarang menyalip,” ujar Kasat Lantas Polres Gresik AKP Anggi Saputra kepada wartawan, Rabu (29/6/2016).

Belum adanya pembatas jalan di lintasan tersebut membuat Jalan Raya Ambeng-Ambeng sering terjadi kecelakaan. Untuk menandai batas tengah jalan, ditarik markah garis lurus tak putus. Kendaraan masih boleh mendahului kendaraan di depannya dari sisi kiri jalan. Namun masih banyak kendaraan yang mencoba mendahului kendaraan di depannya dari sisi kanan yang berarti kendaraan itu sudah melanggar lalu lintas.

Dalam operasi itu, selain melakukan pengamatan manual, polisi juga memanfaatkan drone sebagai mata dari udara yang mengawasi ada tidaknya pelanggar. Ada dua drone yang diterjunkan. Dan cara itu efektif. Cukup banyak kendaraan yang terpantau melanggar marka jalan. Mereka langsung dihentikan.

“Saya keburu waktu pak,” ujar sopir bus, Suwarno, saat ditanya alasan kenapa ia melanggar markah jalan.

Seorang pengemudi mobil pribadi bernama Sayoga mengelak dikatakan telah melanggar markah jalan. Namun hasil rekaman drone yang diperlihatkan kepadanya membuat pria asal Jepara ini tak berkutik.

“Garis lurus tak terputus berarti tidak boleh memotong,” kata Anggi kepada Sayoga yang disahuti dengan anggukan kepala.

Setelah ditilang, Suwarno, Sayoga, dan beberapa pelanggar lain dipersilakan menjalani tes urine. Namun tes urine mereka semuanya negatif. Itu ditandai dengan dua garis strip di alat pendeteksi narkoba.

Anggi mengatakan, tes urine memang menjadi satu paket dengan operasi penindakan. Tes urine merupakan tindak lanjut dan sifatnya penting untuk mengetahui apakah seorang sopir atau pengemudi mengonsumsi narkoba atau tidak.(shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top