Anda berada di :
Rumah > Hukum > Sajam Hingga Buku Isis Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Lamongan

Sajam Hingga Buku Isis Ditemukan di Rumah Terduga Teroris Lamongan

Lamongan – Seperti dilansir berita media onlne detikcom bahwa Tim Gegana Polda Jawa Timur dan Polres Lamongan mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan di tiga rumah milik terduga teroris ZA, di Dusun Gowah, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Penggeledahan berlansung selama selama 3 jam di 3 rumah ZA yang saling berdekatan.

Tiga rumah yang digeledah merupakan tempat tinggal ZA, tempat ngaji dan rumah yang digunakan usahanya. Polisi menyita sejumlah barang bukti yang dibawa dengan menggunakan tas ransel ke dalam tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan dan tim Laboratorium Forensik.

Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra mengatakan beberapa barang bukti yang disita itu seperti senjata tajam berbagai jenis, yaitu golok, parang, celurit dan sangkur. Selain itu, lambang-lambang ISIS dan buku yang berkaitan dengan ISIS juga diamankan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas juga menggeledah rumah terduga HE di lingkungan Semangu, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Dari rumah HE, petugas menyita barang bukti yang ditempatkan ke dalam enam kardus.

“Ini masih kita dalami (berencana menyerang Polsek ke suatu di Lamongan, red), kita geledah rumah yang bersangkutan dan kita temukan 12 sajam itu antara lain,” katanya.

Diringkusnya tiga terduga teroris ini membuat polisi akan semakin melibatkan Yayasan Lingkar Perdamaian yang beranggotakan mantan teroris untuk mengubah cara pandang para teroris atau kontra ideologi..

“Ini lah yang nanti kita akan mencoba, dari teman-teman Lingkar Perdamaian, kita mencoba untuk mengajak merubah mindsetnya, peran Yayasan Lingkar Perdamaian akan kita libatkan,” tuturnya.

Sekitar 40 personel kepolisian masih berjaga-jaga di rumah Z. Salah seorang anggota polisi yang berjaga, AKP Suratman, mengatakan penjagaan masih terus dilakukan sambil menunggu tim penjinak bom (Jibom) selesai menggeledah rumah ZA.

Sementara itu, sejumlah tetangga terduga tak banyak mau berkomentar lantaran mengaku tidak tahu saat ada penangkapan. Para tetangga mengenal ZA sebagai guru ngaji.

“Yang saya tahu, Anshori itu guru ngaji tak jauh dari rumahnya,” kata salah satu tetangga ZA yang enggan disebut namanya. (dtk)

 

 

 

Sumber : detikcom

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top