Anda berada di :
Rumah > Hukum > Polres Gresik Tangkap Pelaku Curanmor Yang Ambil Motor Dalam Waktu 3 Detik

Polres Gresik Tangkap Pelaku Curanmor Yang Ambil Motor Dalam Waktu 3 Detik

ranmor

 

GRESIK – Tidak butuh waktu lama bagi Safarudin (35) yang sudah pengalaman dalam hal pencurian kendaraan bermotor ( curanmor). Hanya 3,38 detik, waktu yang dibutuhkan bagi Safarudin (35) warga Desa Sirnoboyo RT 13 RW 3, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Grésik, untuk membawa kabur motor curiannya.

Hal itu diperagakan dihadapan awak media saat press rilis di kantor mapolres Gresik (15/8/2016), setelah penasaran dengan keterangan yang disampaikan bawah hanya butuh waktu tiga detik untuk merusak kunci motor lalu kemudian membawanya kabur. Dan hasilnya hanya memakan waktu 3,38 detik untuk membobol kunci motor Honda Vario.

“lokasi  yang jadi sasaran yang di pilih untuk beraksi adalah tempat sepi, seperti sawah atau rumah yang posisinya diujung dan area yang sepi dari lalu lalang orang. Sebelum melakukan aksinya Dia menggunakan sepeda angin untuk menyurvei kondisi incarannya. Ketika dirasa aman baru melakukan aksinya,” ujar Kapolres Gresik, AKBP Adex Yudiswan di Mapolres Gresik, Senin (15/8/2016).

curanmor 2

Sementara  alat yang digunakan pelaku cukup sederhana, yakni besi segi enam (mirip kunci L) ujungnya dipipihkan. Dia memasukkan ujung besi yang pipih ke rumah kunci, dan besi diputar dengan kunci kurung,” ujar Safarudin

Kapolres  Gresik mengimbau kepada masyarakat untuk memberi kunci pengaman tambahan bagi kendaraannya, sehingga menyulitkan pelaku curanmor yang hendak melakukan aksinya, sebab sekarang ini dinilai pelakunya makin lihai.

Tersangka sendiri mengaku melakukan aksinya baru dua bulan. Tidak hanya curanmor, tapi juga penggelapan. Meminjam motor sesorang kemudian tidak dikembalikan alias dijual.

“Tersangka ini memang residivis kasus penggelapan,” imbuh Adex.

Tersangka ditangkap di wilayah kecamatan Benjeng dan dari tangan tersangka diamankan petalatan untuk membobol motor, dan enam buah unit sepeda motor. “Jumlah itu pengakuan tersangka, dari pengalaman, jumlah yang diakui ini hanya 10 persen saja,” tandasnya.

“Dari enam motor barang bukti yang dimankan, semuanya telah dijual dengam harga kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per unit. “Kami juga sudah memeriksa penadahnya, hanya satu orang penadah yang menampung barang curian tersangka. Penadah ini dari Jawa Timur sini,” ujar Kapolres tanpa bersedia mengungkap identitas jelas penadah.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga menyerahkan Sepeda Motor yang di curi kepada pemiliknya. Namun ini statusnya adalah masih pinjam pakai barang bukti. (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top