Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Penjelajahan Pramuka Berujung Dua Nyawa Melayang

Penjelajahan Pramuka Berujung Dua Nyawa Melayang

 

Gresik –  Kegiatan Latihan pramuka rutin dilakukan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pantenan Kecamatan Panceng Gresik.

Dengan Agenda latihan penjelajahan  mereka menyusuri perbukitan kapur dan lahan bekas tambang galian C  yang ada di sekitar Desa Pantenan.

Awalnya kegiatan berjalan lancar dan tidak ada kendala, namun saat melintasi jalan setapak yang lokasinya dekat kolam bekas galian C yang diperkirakan kedalamanya 3 meter tersebut, salah seorang siswi yang diketahui bernama Kansa(9) terpeleset dan tercebur ke Kolam.

Mengetahui ada siswi yang tercebur, M. Zuli (35) salah satu Guru dan Pembina pramuka  yang ikut mengawal perjalanan penjelajahan tersebut langsung  ikut menceburkan diri berusaha untuk menolong menyelamatkan siswi tersebut.

Namun Naas baik kansa dan Zuli tidak segera muncul di permukaan kolam. Kejadian diperkirakan pukul 13.45 wib segera dilaporkan ke polsek Panceng dan segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik.

 

Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Polsek Panceng dan dibantu  warga setempat. Pada pukul 16.15 WIB korban atas nama Kansa (9) dan M. Zuli (35) berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi.

Abu Hasan Kepala BPBD kabupaten Gresik membenarkan adanya korban tenggelam dan sudah menerjunkan tim untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.

“Setelah mendapatkan informasi ada korban tenggelam di sisa galian bukit kapur Pantenan, Panceng. Kami langsung menurunkan tim untuk mengevakuasi korban. Saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa, Korban lantas dibawa ke Puskesmas Terdekat. ” ujar Abu Hassan, saat dihubungi. Jumat (7/4/2017)

Salman (27) salah satu petugas jaga Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Panceng yang memeriksa korban mengatakan dalam pemeriksaan yang dilakukan hampir satu jam itu tidak ditemukan luka serius. Dia memastikan saat dibawah ke puskesmas korban sudah tidak bernyawa.

“Karena pihak keluarga Kansa (9) tidak sepakat di autopsi, kami cuma memeriksa satu korban. Ketika kami autopsi berulang, korban memang murni tenggelam. Cuma ada sedikit luka dibagian bawah mulut, dugaan sementara karena korban terpeleset saat mencebur ke kolam” tandasnya.

 

Sementara AKP. Sholeh Lukman Hadi Kapolsek Panceng  belum bisa memastikan apakah ini ada unsure kesengajaan atau murni kecelakaan. Namun pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan saksi saksi yang mengetahui di lokasi kejadian..

“Karena masih berduka. Besok baru bisa Kami panggil saksi-saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk dimintai keterangan. Apakah ada unsure kesengajaan atau murni kecelakaan”pungkasnya (shol)

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top