Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Menuju Predikat WBBM, Tim RB AAL Lakukan Studi Banding Ke Kantor Pertanahan Kota Surabaya 1

Menuju Predikat WBBM, Tim RB AAL Lakukan Studi Banding Ke Kantor Pertanahan Kota Surabaya 1

Diskusi Tim Reformasi Birokrasi (RB) AAL saat melaksanakan studi banding ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Surabaya 1

Dilihat 1549

Surabaya – Setelah meraih predikat Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Desember tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Akademi Angkatan Laut (AAL), berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Diantara upaya tersebut, Tim Reformasi Birokrasi (RB) AAL melaksanakan studi banding ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Surabaya 1 berlokasi di Komplek Citra Raya Taman Puspa Raya Blok D-10 Sambikerep, Kecamatan Sambikerep.

Dalam kunjungannya ke Kantor Pertanahan Surabaya 1, Rabu (17/02/2021). Tim RB AAL yang berjumlah enam orang tersebut, diketuai Sekretaris Lembaga AAL, Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, M.Tr (Han), M.Tr.Opsla dan langsung diterima oleh Kepala Kantor Pertanahan Surabaya 1, Kartono Agustiyanto didampingi para Kepala Seksi dijajarannya.

Seklem AAL Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi dalam sambutannya menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Kepala Kantah Surabaya 1 beserta jajarannya atas waktu dan kesempatan untuk menerima kunjungan Tim RB AAL.

” Dengan bantuan informasi yang diterima, Tim RB AAL berharap mendapat informasi dan masukan berharga agar meraih predikat WBBM ,” terangnya.

Foto bersama Tim Reformasi Birokrasi (RB) AAL bersama Kepala pertanahan Surabaya 1 beserta jajarannya.
Foto bersama Tim Reformasi Birokrasi (RB) AAL bersama Kepala pertanahan Surabaya 1 beserta jajarannya.

Sementara itu Kepala Kantah Surabaya 1 menyampaikan ada beberapa inovasi yang membantu dalam pelayanan umum terkait bidang pertanahan yang menurut kajian dari Tim Kantor Pertanahan Surabaya 1 sangat mempengaruhi penilaian dalam menuju WBBM.

“ Salah satu perubahan yang diperlukan antara lain yaitu saat WBK masih ada beberapa sistem yang menggunakan sistem manual, sedangkan saat WBBM sudah dilaksanakan secara elektronik, termasuk keterbukaan informasi internal yang bisa diakses oleh seluruh pegawai ,” paparnya.

Ia menambahkan sosialisasi juga harus dilaksanakan untuk mengingatkan kepada seluruh petugas lapangan agar menghindari gratifikasi.

” Hal tersebut bisa diimplementasikan berupa tulisan larangan atau pemberitahuan. Pemakaian rompi yang digunakan oleh petugas lapangan, menyebar nomor telepon pengaduan, dan lain sebagainya ,” tambahnya.

Kegiatan kunjungan diakhiri dengan melihat langsung inovasi-inovasi yang dilakukan Kantor Pertanahan Surabaya 1 setelah mencapai predikat WBK. Dan perubahan-perubahan dari tahun 2020 lalu, sehingga bisa dapat meraih predikat WBBM. (Yit/Kabagpen AAL)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top