Anda berada di :
Rumah > Hukum > Mantan Sekda Gresik Dan Mantan Pegawai Smelting Ditahan Kejari

Mantan Sekda Gresik Dan Mantan Pegawai Smelting Ditahan Kejari

khuluq

Gresik – Setelah mengendon lama kasus yang melibatkan mantan sekda Kabupaten gresik. Akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik resmi menahan Khusnul Khuluq mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik serta Dukut Imam Widodo dan Syaiful Bachri keduanya mantan pekerja di PT Smelting, Senin (14/11/2016).
Ketiga terdakwa ditahan atas perkara penyimpangan dana kas daerah Kabupaten Gresik terkait perjanjian kerjasama antara pemerintah Kabupaten Gresik dengan PT Smelting tentang sewa sebagian perairan laut dari kewenangan Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2006 sebesar Rp 1.373.440.000.

Ketiganya tanpa komentar langsung masuk ke dalam mobil tahanan, setelah keluar dari ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari dengan dengan menggunakan rompi dan masuk mobil yang sudah disiapkan di depan kantor.
“Setelah kami telah menerima berkas tahap dua dari Polda dan limpahan dari Kejati. Pukul 17.00 WIB kita melakukan penahanan terhadap Khusnul Khuluq, Imam Widodo dan Syaiful Bachri atas dakwaan perkara penyimpangan dana kas daerah Kabupaten Gresik terkait perjanjian kerjasama antara pemerintah Kabupaten Gresik dengan PT Smelting tentang sewa sebagian perairan laut dari kewenangan Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2006 sebesar Rp 1.373.440.000,” kata Luthcas Rohman, Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Gresik.
Kejari Gresik menahan ketiga tersangka yang datang bersama penyidik Polda Jatim pukul 14.45 WIB. Dikawatirkan akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. “Sesuai undang-undang sudah diatur. Kita menahan atas dasar itu. Khawatir melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Tiga tersangka dijerat dengan Undang-undang tindak pidana korupsi,” imbuhnya.
SecaraTerpisah, Rihantoro Bayu Aji, selaku pengacara Dukut Imam Widodo mengatakan bahwa Dukut hanya korban saja. “Dia (Dukut Imam Widodo) hanya manajer, dia bukan pemutus kebijakan. Kalau siapa yang pengambil kebijakan, ya tanyakan sendiri ke Smelting,” kata Rihantoro, Senin (14/11/2016).
Pihak pengacara akan ada permohonan penangguhan penahanan. “Sambil jalan kita akan kita akan ajukan penangguhan penahanan,” katanya. atas ditahannya penulis buku Gresik Tempo Dulu, Dukut Imam Widodo ini
Padahal Dukut Imam Widodo dan Syaiful Bachri selama pembayaran uang sewa perairan laut ke Pemkab Gresik itu sudah sesuai prosedur. “Intinya ada kelebihan pembayaran retribusi sewa laut yang dibayarkan Semeting. Smelting tidak tahu kok ada pengembalian dari Pemkab Gresik. Uang yang dibayarkan Rp 2,6 miliar, kemudian oleh Pemda Gresik dikembalikan sebesar Rp 1,3 miliar lebih,” pungkasnya.(red/gr/co)

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top