Anda berada di :
Rumah > Hukum > Kejari Gresik Geledah Kantor Desa Sumput – Driyorejo

Kejari Gresik Geledah Kantor Desa Sumput – Driyorejo

 

jaksa geledah kantor desa sumput driyorejo
Penyidik Kejari melakukan penggeledahan di Kantor Desa Sumput Driyorejo Gresik

Gresik – Adanya dugaan terkait Korupsi dana hibah pembelian sapi senilai Rp 350 juta membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Senin (7/3/2016) menggeledah Kantor Desa Sumput, rumah kades, dan Gapoktan Kecamatan Driyorejo
Penggeledahan dilakukan di Kantor Desa Sumput,. Tim Kejari Gresik dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Anak Agung Gede Putra dan Kasi Intelijen Kejari Gresik Luthcas Rohman. Sedang saat penggeledahan Kades Sumput Sutaji ada kegiatan di luar kantor desa.
Penggeledahan untuk mengumpulkan bukti terkait kasus korupsi bantuan sapi untuk Gapoktan Desa Sumput dari APBN tahun 2011. Yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN) tahun 2011yang diterimakan kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Dugaan korupsi tersebut atas laporkan Torik warga Desa Sumput pada Januari 2016. Dalam laporan tersebut disebutkan bantuan sapi telah dijual.
“Kita geledah Kantor Desa, rumah Kades dan penerima Gapokton kita geledah untuk menemukan bukti baru terkait dugaan korupsi dana hibah untuk Gapoktan Rp 350 juta,” kata AA Gede Putra, usai penggeledahan.
Penggeledahan Kantor Desa Sumput berlangsung sekitar tiga jam menemukan berkas satu kardus, kemudian berpindah ke rumah Kades Sumput dan ke rumah penerima Gapoktan.
Selama penggeledahan, perangkat desa Sumput hanya bisa melihat tim Kejari Gresik menggeledah Kantor Kades Sumput. Bahkan ada sebuah lemari kayu yang tidak ada kuncinya terpaksa dijebol. Setelah selesai dipenggeledahan, Kejari Gresik belum menetapkan tersangka.
“Kita kumpulkan dulu barang bukti. Belum ada tersangkanya. Kita kaji dulu berkas hasil penggeledahan ini,” imbuhnya.
Kades Sumput, Kecamatan Driyorejo Sutaji saat dikonfirmasi mengatakan terkait dugaan korupsi dana hibah APBN tahun 2011 sebesar Rp 350 juta mencuat dirinya belum menjabat.
“Saya tidak tahu terkait kasus tersebut. Waktu dapat bantuan bukan saya kepala desanya,” pungkas Sutaji. (yan)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top