Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > H-3 Diperkirakan Jadi Puncak Arus Mudik Lebaran

H-3 Diperkirakan Jadi Puncak Arus Mudik Lebaran

Surabaya –  Puncak arus mudik, diperkirakan akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran, dimana kendaraan yang melintas di Jalur Surabaya – Jombang, Surabaya – Malang, dan Surabaya Madura akan mencapai puncaknya.

Isa Ansori Kabid Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Provinsi Jatim mengatakan “Hitungan kami, di jalur Kertosono akan adan 133 ribu kendaraan yang melintas dengan rasio yang mendekati 1. Artinya jalan ini sudah cukup padat bahkan macet,” kata Isa, Jumat (16/6/2017).

Oleh sebab itu, kata dia, dengan dioperasionalkannya tol fungsional Surabaya-Kertosono bisa membantu dan mengurai kemacetan yang sudah diprediksi akan terjadi di jalur tersebut.

“Tol fungsional ini benar-benar bisa mengurangi kepadatan di jalur Surabaya-Kertosono,” ujar dia.

Namun yang perlu diketahui, karena tol fungsional ini memang belum sempurna sehingga hanya dioperasikan untuk arus mudik jalur Surabaya-Ngawi pada 19 Juni sampai H+2 lebaran. Sedangkan pada arus balik dari barat ke timur dioperasikan pada 27 Juni 2017 sampai 2 Juli 2017.

“Tol hanya kami fungsikan satu jalur saja bergantian. Jenis kendaraan kami tentukan dan terbatas hanya sampai jam 17.00,” terangnya.

Selain itu, Isa menambahkan akan dipasang banner di pintu masuk tol dengan pemberitahuan bahwa yang diperbolehkan melintas di tol fungsional hanya kendaraan golongan 1, non bus dan angkutan barang, kecepatan maksimal 60 km/jam dan hanya berlaku pada pukul 06.00-17.00 WIB.

“Memang kekhawatiran kita karena fungsional atau sementara ini, maka kendaraan kami batasi, dan nantinya akan keluar ke jalan lokal atau kabupaten, rambu-rambu dan petugas akan kami standbye-kan agar pemudik punya panduan,” ujarnya,

Terkait kekhawatiran masyarakat tol fungsionl ini akan menjadi Brexit kedua di Jatim? Kata Isa, baik Polisi maupun Dishub akan memantau kepadatan di jalur ini, sementara pemudik juga dihimbau mengikuti arah petugas.

“Kami akan mengalihkan atau mengarahkan, jadi harus diikuti agar kepadatan total tidak terjadi,” tambah Isa. (ss/net)

 

 

 

 

Sumber : suarasurabaya.net

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top