Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > Dandim 0817 Gresik, Bicara Wawasan Kebangsaan Dihadapan Ratusan Guru Gresik

Dandim 0817 Gresik, Bicara Wawasan Kebangsaan Dihadapan Ratusan Guru Gresik

Dihadapan Ratusan Guru di Gresik, Dandim 0817/ Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, S.Sos memberikan wawasan kebangsaan bertempat di Gedung Nasional indonesia (GNI), Jalan Pahlawan Gresik, Jawa Timur. Selasa, (5/09/2023)

Dilihat 1573

GRESIK, www.cahayapena.co.id – Dandim 0817/ Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, S.Sos memberikan wawasan kebangsaan dihadapan ratusan Guru di Gresik, bertempat di Gedung Nasional indonesia (GNI), Jalan Pahlawan Gresik, Jawa Timur. Selasa, (5/09/2023)

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang Bangsa Indonesia dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi jatidiri bangsa dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa dan negara demi mencapai masyarakat yang aman, adil, makmur dan sejahtera.

Ale panggilan akrab Ahmad Saleh Rahanar mengatakan Guru menjadi pintu masuk utama dalam menanamkan wawasan kebangsaan terhadap anak didiknya sehingga para murid lebih paham dan lebih cinta tanah air.

“ Wawasan kebagsaan, sangat penting bagi para guru untuk di ajarkan kepada murid-muridnya, sehingga para generasi bangsa akan paham tentang wawasan kebangsaan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangsa” jelas Ale.

 

“ Murid saat ini perlu diPerhatikan  dalam kegiatan kesehariannya, perlu ada kegiatan yang terjadwal dengan baik ,semisal kegiatan pelatihan dan Konseling tentang Wasbang sangat memberikan arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “ imbuhnya

 

Perlu ditanamkan Pola pikir, sikap, tingkah laku dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dengan sendirinya akan tertanam baik tentang wawasan kebangsaan

Dandim juga menyinggung tentang maraknya perilaku anak yang cenderung menyendiri karena asyik dengan Handphone mereka. Dia merasa jika hal ini tidak dikendalikan maka generasi mendatang gampang terpengaruh oleh informasi – informasi negatif yang orag tua atau guru  tidak pernah apa yang mereka lihat di dalam handphone mereka.

“anak-anak kita saat ini lebih banyak berinteraksi dengan HP atau ponsel android nya dari pada dengan orang tua. Tahun ini sudah tidak ada covid, jadi sebisa mungkin bapak ibu guru dalam memberikan tugas jangan melalui ponsel” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, ada beberapa kepala sekolah yang mengeluh tentang banyaknya oarng yang mengaku wartawan datang ke sekolah – sekolah mencari- cari masalah, dan ujung-ujungnya mereka meminta sejumlah uang.

“Kita akan turun bersama-sama kadisdik ke sekolah-sekolah untuk mengatasi permasalahan wartawan abal-abal tersebut ,jangan takut kalau benar karena untuk anak didik kita ,TNI selalu bersama rakyat. “ ujar Dandim

 

Selain kepala sekolah SD dan SMP Negeri se kabupaten gresik, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh kepala dinas pendidikan S. Hariyanto, Kabid Dikdasmen Syafi’ul Qulub dan pengurus MKKS dan K3S kabupaten Gresik. (red)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top