Anda berada di :
Rumah > Metro Jatim > 12 Penumpang Perahu Tambang Yang Terbalik, 2 Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

12 Penumpang Perahu Tambang Yang Terbalik, 2 Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

 

Gresik – Tragedi  korban tenggelam kembali terjadi di Gresik, setelah sepekan sebelumnya dua warga kecamatan Panceng tenggelam di Kolam Bekas tambang galian C. Pagi tadi (13/4/2017) 12 warga yang menumpang perahu tambang terbalik dan tenggelam saat menyebrangi sungai di wilayah Wringin Anom Kabupaten Gresik.

 

Musibah yang  merenggut korban jiwa ini terjadi di Dusun Grompol Desa Sumberrame Kecamatan Wringin Anom. Sebuah perahu tambang yang diduga overload alias kelebihan muatan mendadak terbalik, Kamis (13/4) sekitar pukul 07.27 WIB.

“Ada sekitar 7 sepeda motor tenggelam serta 12 penumpang, yang terdiri dari 9 laki-laki dan 3 perempuan,” ujar Aiptu Ghufron, Kanit Reskrim  Polsek Wringin Anom.

Perahu tambang berukuran 2,25 m x 6 m merupakan sarana penyeberangan antara Desa Serbo Sidoarjo dan Sumberrame Wringin Anom. Perahu tersebut diketahui dikendarai oleh Supri (27). Perahu terbuat dari besi dan di bagian bawah ada drum. Kedalaman sungai sekitar 3-4 meter. Kemungkinan perahu terbalik karena kelebihan muatan,” terang Kanit Gufron.

 

Saat kejadian, salah seorang saksi mata menyebutkan jika para penumpang sempat tarik menarik untuk saling menyelamatkan. Namun karena arus deras, ada penumpang yang terseret arus sungai.

Akibat kejadian tersebut, dua orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD).  Korban MD masing- masing Mis’ah (45) perempuan asal Balongbendo Sidoarjo dan  Ujang (60) asal Desa Sumberanto Wringin Anom.

 

Sementara 6 Korban yang ditemukan dalam kondisi selamat, yaitu:

  1. Supriadi/ pria/51 th/Ds. Sumberanto Wringin Anom
  2. Sucinina/Perempuan/33th/ Kemangsen Balongbendo Sidoarjo
  3. Yudistira/Pria/34 th/Wringinpitu Balongbendo Sidoarjo
  4. Rianto/pria/ 45 th/Gagang kepuhsari, Balongbendo Sidoarjo
  5. Kusnari/pria/Gagang kepuhsari Balongbendo Sidoarjo
  6. Joko/pria/45 th/Juwet Wringinanom

 

Hingga berita ini diturunkan, tim BASARNAS, kepolisian, Kodim bersama warga masih terus melakukan pencarian 4 korban lainnya yang masih tenggelam.

Terkait insiden maut tersebut, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat meninjau lokasi kejadian mengatakan,  alat penyeberangan berupa rakit atau perahu itu sudah ada sejak jaman Indonesia belum merdeka.

” sudah waktunya di bangun jembatan,  untuk itu Pemprov Jatim  segera mengusulkan untuk membangun jembatan penyeberangan di kawasan ini guna meningkatkan pelayanan dan mobilitas warga,” tegas Gus Ipul . (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top