Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Pedagang Timun Suri Mulai Panen Pembeli

Pedagang Timun Suri Mulai Panen Pembeli

timun suri

SERANG – Berbicara tentang Bulan Suci Ramadhan tidak lengkap rasanya tanpa buah Timun Suri. Ikon buah saat Ramadhan di Indonesia ini, wajib hadir di setiap meja saat berbuka puasa, disamping makanan lainnya.

Buah yang masih saudara dengan melon dan semangka ini, cita rasa yang segar dan bisa dimakan hanya dengan sirup sari buah itu, cukup ampuh menghilangkan rasa dahaga saat berbuka puasa nanti.

Tak lengkap rasanya jika bulan puasa tanpa buah yang mengandung banyak air ini, “teu sumrah” kata orang Banten, jika berbuka tanpa ada rujak buah yang di sebut pula “bonteng puan” tersebut.

Masih dua pekan lagi ke bulan yang paling dinanti oleh umat muslim tersebut, tapi tak perlu menunggu hasil sidang isbath untuk menikmati buah yang menjadi primadona tersebut. Timun Suri sudah bisa ditemui di pedagang buah musiman di setiap pasar maupun sejumlah jalan protokol.

Seperti ditemui di Jl. Ayip Usman Cikepuh Serang – Banten, Rabu 25 Mei 2016. Pedagang Timun Suri sudah membuka lapak sejak seminggu lalu.

Menurutnya, permintaan akan buah tersebut sudah tinggi bahkan dirinya sudah bisa menjual barang yang didatangkan dari daerah sekitar Tunjung Mauk tersebut hingga 40 kilogram per hari.

Saat ini harganya masih berkisar antara Rp 10 hingga Rp 25 ribu rupiah per buah. Tergantung ukuran dan kualitas buah.

“Gimana ukurannya sih harga mah, kalau yang kecil Rp 15 ribu dua buah, yang besar Rp 25 ribu dan yang sedang Rp 10 hingga Rp 15 ribu perbuahnya,” ungkap Ali.

 

Ali juga menjelaskan, permintaan buah yang bisa di panen setelah tiga bulan tersebut akan semakin meningkat saat awal dan pertengahan Ramadhan, dan harganya juga akan melonjak.

“Biasanya awal-awal ramenya,” imbuh Ali.

Bukan hanya di lapak-lapak pinggir jalan saja, Timun Suri juga sudah bisa di temui di Pasar Buah Rau.

Sementara itu di tingkat petani di daerah Pandeglang, Timun Suri baru akan siap panen antara awal hingga pertengahan bulanRamadhan. Seperti terlihat di area persawahan Kecamatan Jiput, tanaman yang merambat berbunga kuning itu, saat ini baru menampakan buah berukuran sekitar 10 sampai 20 centimeter saja.

“Awal puasa kira-kira di panennya,” ungkap Abah Jasrip, petani Timun Suri Kampung Paniis Desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. (fer)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top