Anda berada di :
Rumah > Marketing > Disnaker Jatim Latih Ratusan Tenaga Baru Agar Mampu Bersaing dengan TKA

Disnaker Jatim Latih Ratusan Tenaga Baru Agar Mampu Bersaing dengan TKA

Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan penghargaan pada beberapa perusahaan dalam acara penutupan pelatihan tenaga kerja baru
Saifullah Yusuf (Gus Ipul), memberikan penghargaan pada beberapa perusahaan dalam acara penutupan pelatihan tenaga kerja baru, Kamis (15/12/2016). Foto : Humas Jatim

 

Surabaya  – Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan gelar pelatihan bagi  950 tenaga kerja baru. Mereka dilatih selama enam bulan dan langsung disalurka ke perusahaan penerima kerja.

“Sudah enam bulan dilatih, hari ini mereka kami lepas untuk bisa bekerja di perusahaan yang telah ditempati,” kata Sukardo, Kepala Disnakertransduk Jawa Timur usai melepas pelatihan dan pemagangan dalam negeri berbasis pengguna yang digelar di Wisma SIER Rungkut, Kamis (15/12/2016).

Menurut Sukardo, dari 950 tenaga kerja baru yang dilatih setidaknya 723 orang diantaranya saat ini langsung bekerja di 44 perusahaan yang tersebar di beberapa daerah diantaranya Tuban, Malang, Nganjuk, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Pasuruan, serta beberapa daerah lainnya.

“Masih ada sisa 230 orang saat ini pelatihannya memang belum selesai namun mereka yang masih dilatih tetap akan kami salurkan ke perusahaan yang telah bekerjasama dalam pelatihan ini,” kata Sukardo.

Dengan pelatihan ini, para pekerja diharapkan juga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang saat ini mulai berdatangan ke Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini Disnaker juga memberikan penghargaan Siddhakarya bagi enam perusahaan yang dinilai memiliki andil dan mampu meningkatkan produktifitasnya dengan cepat.

Sementara itu, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Waki Gubernur Jawa Timur berharap dengan penambahan tenaga kerja profesional baru ini mampu meningkatkan produktifitas perusahaan yang ujungnya juga akan memajukan perusahaan dan mampu berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Harus kita akui, angka pengangguran di Jatim masih tinggi sekitar 4,2 persen atau 800 ribuan orang,” kata Gus Ipul.

Dengan angka ini, maka perlu penanganan khusus. Apalagi saat ini muncul banyak tenaga kerja asing yang datang ke Jawa Timur yang dikawatirkan akan mengganggu kesempatan bagi tenaga kerja lokal.

“Tenaga kerja asing ternyata fisiknya lebih kuat karena mereka terbiasa bekerja di lebih dari dua musim sehingga negara memang perlu hadir untuk menegakkan aturan,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan, pelatihan seperti yang dilakukan Disnaker perlu diperbanyak karena lulusan sekolah formal ternyata belum mampu melahirkan keterampilan.

“Lulusan SMK misalnya kadang tidak bisa ngelas, dan pelatihan seperti ini terbukti mampu memberikan keterampilan bagi mereka,” kata dia. (ss/net/red)

 

 

Sumber : suarasurabaya.net

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top