Anda berada di :
Rumah > Hukum > Tidak Puas Dengan Istri, Guru Ngaji di Cilegon Cabuli Murid

Tidak Puas Dengan Istri, Guru Ngaji di Cilegon Cabuli Murid

pencabulan-ok cilegon
foto : tersangka saat di periksa petugas

Cilegon – Dunia sudah benar-benar gila. Aksi pencabulan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini dilakukan RH, seorang guru ngaji di Lingkungan Pakishaji, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Cilegon.

Tindakan asusila itu dilakukan sejak pada 24 Februari lalu. Saat itu RH mengajar ngaji tiga muridnya, dua diantaranya laki-laki, satu perempuan yakni NA. Selepas mengaji, ia meminta dua murid laki-lakinya untuk membeli permen. Sementara NA tetap tinggal di tempat mengaji.

Suasana sepi dan tidak ada orang sama sekali membua pikiran jahat RH keluar. Ia pun mengambil kesempatan untuk mencabuli NA. Peristiwa itupun, dilakukan selama tiga kali oleh pelaku.

Pelaku mengaku baru mengambil kesempatan itu semenjak tempat pengajian dipindahkan ke tempat baru dari yang sebelumnya dilakukan di rumahnya sendiri. Pelaku mengaku tidak mendapatkan kepuasan biologis dari istrinya

“Kalau dirumah kan ada istri, jadi enggak bisa apa. Nah pas tempat ngajinya pindah, di situ saya khilaf mencabuli NA,” tandasnya.

RH mengaku baru melakoni perbuatan asusila itu pada Februari lalu walaupun telah mengajar semenjak 1997 lalu. Kesempatan berdua bersama korban, kata pelaku, merupakan perbuatan tidak pantas dilakukan terlebih kepada murid yang masih dibawah umur.

“Pas murid yang laki-laki beli permen, saya langsung ngobrol sama korban. Terus saya peluk korban. Korban tidak melawan, kemudian saya pegang kemaluan dia. Terus dia pulang, saya kasih uang Rp5.000. Saya ngaku khilaf mas,” imbuhnya

Setelah pencabulan tersebut, NA sudah tidak pernah lagi mengaji. Keluarganya pun curiga dan menanyakan penyebabnya. NA pun mengaku terus terang jika ia sudah dicabuli guru ngajinya sendiri. Orang tua NA pun berang dan langsung melaporkan RH ke polisi.

Kapolres Cilegon, AKBP Anwar Sunarjo lewat Kanit PP Satreskrim Polres Cilegon Ipda Heni Pancawati membenarkan laporan tersebut. Setelah mendapat keterangan dari korban dan orangtuanya, pelaku langsung ditangkap di rumahnya.

“Dari pengakuan orangtua korban, awalnya korban enggan untuk pergi mengaji. Di situ ada pengakuan korban, kalau RH telah melakukan tindakan asusila kepada korban NA. keesokan harinya pelaku langsung kita tangkap dan kita amankan di Polres,” ungkapnya.

Akibat dari perbuatannya, Pelaku  dijerat Pasal 81 Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (wb.com/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top