Anda berada di :
Rumah > Hukum > Cabuli Pacarnya Hingga Pendarahan Hebat, Mahasiswa Lamongan Di Tangkap Polisi

Cabuli Pacarnya Hingga Pendarahan Hebat, Mahasiswa Lamongan Di Tangkap Polisi

Lamongan : Nasib sial dialami seorang siswi berinisial Fat (16) asal Lamongan Jawa Timur. Fat jadi korban pencabulan pacarnya. Pelaku melakukan pencabulan menggunakan jari tangan hingga korban mengalami pendarahan hebat. Pencabulan itu dilakukan di sebuah warnet Jalan Wahidin Sudiro Husodo Kelurahan Banjarmendalan Kecamatan Lamongan, Jawa Timur.
Pelakunya seorang mahasiswa bernama Hendrik (23) asal Desa Wajik Kecamatan Lamongan, yang tak lain pacar korban.”Korban diperlakukan seperti itu saat sedang bersama di sebuah warnet,”ungkap Paur Subbag Humas, Ipda Raksan, Rabu (2/3) pagi.
Terungkapnya, kejadian memalukan ini awalnya diketahui oleh kedua orang tua korban dan temannya, Wulan (17) pelajar yang saat kejadian sedang datang ke rumah korban.
Pada Senin (29/2) saksi diberitahui korban kalau ia sedang tidak di rumah, namun berada di Rumah Sakit Fatimah Jl Pahlawan Lamongan. Saksi kemudian bertandang menuju RS Fatimah dan sesampai di RS, saksi terbelalak dan kaget bukan main, karena melihat korban mengalami pendarahan. Spontan saksi, balik kanan tak tega melihat korban mengalami pendarahan sehebat itu.
Namun saat korban ditanya kenapa, Fat berterus terang kalau ia sedang dicabuli pacarnya sendiri bernama Hendrik, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Lamongan semester VII jurusan Ekomoni Manajemen.
Ulah di sebuah warnet itu tidak disangka korban akan mengalami pendarahan sehebat itu. Karena takut, korban mengajak pelaku pulang untuk memberitahukan kepada orang tuanya. Pelaku dan korban sepakat menuju rumah korban dengan mengendarai sepeda motor masing – masing.
Nah, ternyata, di tengah perjalan, pelaku balik kanan meninggalkan korban yang mengendarai sepeda motor di depannya. Korban tetap melanjutkan perjalanan pulang dan memberitahukan kepada kedua orang tuanya. Kemudian orang tua korban membawa Fat ke RS di Jalan Pahlawan. Hingga Rabu (2/3) siang ini korban masih menjalani rawat inap dan transfusi darah.
Data yang diperoleh Surya, sampai hari ketiga ini, korban menjalani transfusi darah dan sudah menghabiskan 3 kantong darah. “Informasinya sudah habis 3 kantong darah,”kata Paur Subbag Humas, Ipda Raksan.
Atas kejadian ini, polisi langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka di rumahnya. Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui semua perbuatannya.
“Pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2014,”kata Raksan. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. (tribunsnews/cp)ilustrasi-korban-perkosaan-perkosa-pemerkosa-pencabulan-mesum-pelajar

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top