Anda berada di :
Rumah > Komunitas > Jambore Petani Muda (JPM) 4 PETROKIMIA GRESIK DORONG MINAT GENERASI MILENIAL

Jambore Petani Muda (JPM) 4 PETROKIMIA GRESIK DORONG MINAT GENERASI MILENIAL

Gresik,  – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali memperlihatkan konsistensinya dalam mendukung regenerasi petani Indonesia. Upaya ini ditunjukkan dengan menggelar Virtual Gathering Jambore Petani Muda (JPM) ke-4 yang diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, Selasa (10/11).

 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa JPM merupakan salah satu bentuk komitmen Petrokimia Gresik dalam pembangunan pertanian di Indonesia sekaligus menegaskan arah kebijakan perusahaan yang berorientasi kepada petani dan pertanian masa depan.

 

Di tahun keempat penyelenggaraannya, JPM mengusung tema “Memanfaatkan Peluang Bisnis Pertanian Pasca New Normal dengan Prinsip Sustainable Agriculture dan High Social Impact”. Dimana Petrokimia Gresik ingin mendorong generasi milenial agar dapat memanfaatkan peluang menjadi ladang bisnis di sektor pertanian yang beorientasi profit dan memberikan dampak sosial langsung bagi lingkungan sekitar.

 

“Pertanian telah terbukti menjadi sektor yang tetap tumbuh positif di tengah banyaknya sektor lain yang mengalami perlambatan di masa pandemi. Semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan generasi muda, tentu hal ini akan membantu memperbaiki perekonomian Indonesia,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Dwi Satriyo meyakini bahwa generasi milenial akan membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan. Hal ini ditandai dengan munculnya petani-petani muda sukses yang terlibat dalam Jambore Petani Muda. Diantaranya Juwita Juju (Pelopor Petani Buah Ciplukan), Shofyan Adi Cahya (Petani Muda dari Merbabu), Gerut Lazuardi (Penggiat Kopi Sumatera Selatan), Nur Agis Aulia (Pendiri Komunitas Banten Bangun Desa), Andro Tunggul (Petani Modern Hidroponik, Founder Fruitable Farm) dan Edy Lusi (Penggagas Kampung Buah Naga Banyuwangi).

“Kami sangat bangga dapat mendukung dan memfasilitasi gerakan petani muda yang akan mengubah masa depan pertanian Indonesia. Semangat inilah yang harus terus kita dorong,” ujar Dwi Satriyo.

 

Untuk itu, dalam momen JPM 4 ini Petrokimia Gresik sekaligus mengukuhkan Komunitas SahabatPetani.ID yang beranggotakan alumni Jambore Petani Muda. Harapannya melalui komunitas ini, generasi muda yang memiliki ketertarikan di dunia pertanian dapat bergabung untuk memperoleh benefit, baik dalam bentuk pengetahuan maupun jaringan bisnis, dalam pengembangan usaha pertanian dari sektor hulu hingga hilir.

 

“Ini merupakan jaringan nasional, anggota komunitas dapat saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga bisa saling memperkuat konsep pengembangan pertanian, yang pada akhirnya akan memperkaya penerapan kegiatan pengembangan pertanian di masyarakat,” tandas Dwi Satriyo.

 

 

 

Sementara itu, Sandi Octa Susila, salah seorang pembicara dalam forum ini menyatakan bahwa untuk menarik minat generasi milenial, tidak cukup dilakukan dengan sekedar himbauan atau ajakan saja, tetapi harus  dilakukan dengan secara nyata atau konkrit.

 

“Untuk itu kita harus menghadirkan role model yang telah berhasil, sehingga lebih mudah mengajak milenial terjun ke bidang pertanian,” ujar Sandi Octa yang juga merupakan Ketua Umum Duta Milenial Indonesia dan telah membina ratusan petani di Cianjur, Jawa Barat.

 

Penghargaan Petani Inspiratif

 

Dalam kesempatan ini, Petrokimia Gresik juga memberikan penghargaan “Petani Inspiratif” kepada tokoh pertanian yang memiliki kontribusi, jasa, menumbuhkan semangat dan upaya konkrit dalam memajukan bidang pertanian di Indonesia. Penghargaan ini terbagi dalam 4 (empat) kategori yakni Petani Muda, Penyuluh Pertanian, Pengembangan Teknologi Pertanian dan Penggerak Sosial.

 

Penghargaan “Petani Inspiratif” diberikan kepada Shofyan Adi Cahya (Petani Sayur Organik di Merbabu) untuk kategori Petani Muda, Enny Risanthi (Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Kab. Banjar. Kalimantan Selatan) untuk kategori Penyuluh Pertanian, Ipan Zulfikri (Ketua Kelompok Tani Pengangongan Desa Jenggala, Kec. Cidolog, Kab. Ciamis) untuk kategori Pengembangan Teknologi Pertanian, serta Sandi Octa Susila (Ketua Umum Duta Petani Millenial) untuk kategori Penggerak Sosial.

 

Harapannya, dengan penghargaan ini dapat memacu semangat individu-individu yang bergerak di sektor pertanian. Serta memberikan kesempatan kepada generasi milenial untuk berkontribusi dalam dunia pertanian yang tidak hanya berorientasi profit namun juga memiliki manfaat secara sosial dengan membagikan ide-ide bisnisnya.

 

“Kami optimis masa depan pertanian Indonesia akan cemerlang di tangan generasi milenial, untuk itu Petrokimia Gresik berkomitmen akan terus berkontribusi dalam upaya regenerasi petani Indonesia untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan”  ujar Dwi Satriyo.

 

Terakhir, salah satu penerima penghargaan “Petani Inspiratif” kategori Teknologi Pertanian, Ipan Zulfikri, menyatakan bahwa menjadi petani adalah hal yang mengasyikkan. Terlebih dengan bantuan teknologi, pertanian menjadi lebih pasti dan terukur.

 

“Untuk itu, sebagai generasi milenial mari kita bangunkan lahan-lahan tidur dan kita ubah menjadi lahan produktif untuk kesejahteraan kita bersama,” ajak Ipan Zulfikri.(shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top