Anda berada di :
Rumah > Komunitas > GP Anshor dan Banser Gresik, Mantapkan Perangi Faham Komunisme dan Radikalisme

GP Anshor dan Banser Gresik, Mantapkan Perangi Faham Komunisme dan Radikalisme

gp anshor

GRESIK- Maraknya Gerakan-gerakan anti (NKRI) belakangan makin kentara, seperti munculnya komunisme,  logo-logo Partai Komunis Indonesia (PKI) maupun ideologi negara berbasis agama. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gresik menyerukan perang terhadap gerakan radikalisme dan gerakan anti negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan cara melakukan konvoi keliling kota Gresik untuk menyerukan ‘NKRI Harga Mati’.

Tidak sampai disitu, Garda terdepan Nahdlatul Ulama ini berkumpul di alon alon Sidayu guna menggelar Pra konfercab gerakan pemuda ansor cabang gresik 2016 guna menggelar doa bersama. Aksi ini sebagai ajang kampanye untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya dari propaganda ala Komunisme dan Radikalisme yang mengatasnamakan agama serta bahayanya penyalagunaan Narkoba dan sejenisnya. Selain itu, acara ini sekaligus peneguhan bahwa GP Ansor adalah benteng ulama dan NKRI . GP Ansor masih ada dan masih aktif menjaga keutuhan NKRI.

“Gerakan itu telah bergerak secara nyata, beberapa waktu lalu, banyak spanduk yang terendus anti NKRI dipasang di beberapa lokasi dan jalan umum sampai jalan Desa. Akhirnya beberapa spanduk tersebut diturunkan oleh sahabat-sahabat GP Ansor, Banser dan bersama dengan TNI-Polri,” kata M Sholahuddin, Wakil Ketua GP Ansor, Kabupaten GresikMinggu 15/5/2016

Sholahuddin menegaskan, bahwa gerakan-gerakan radikalisme seperti itu tidak boleh dianggap remeh dan harus terus dilawan. Jangan sampai benih-benih perlawanan NKRI terus tumbuh subur di Nusantara tercinta ini. Jika dibiarkan bersemi di bumi pertiwi ini, maka akan merusak tatanan dalam bermasyarakat dan bernegara.

“Meski dikemas dengan beragam bungkus, jangan biarkan gerakan itu menyusup dalam sendi-sendi kita. Para ulama dan para pejuang telah menggariskan bahwa NKRI sudah final. NKRI sudah harga mati. Tidak boleh ditawar-tawar lagi,” katanya.

Sehubungan dengan itu, GP Ansor dan Banser Kabupaten Gresik, menggelar pawai masal anti gerakan radikalisme. Mereka juga membubuhkan tandatangan bukti dari penolakan obat terlarang (narkoba) yang juga kian marak di Indonesia.

“Narkoba dan miras telah terbukti menyasar semua kalangan. Termasuk anak-anak muda, pelajar, bahkan kalangan santri. Padahal, mereka adalah generasi harapan bangsa,” terang Muhammad Faizin Ketua GP Ansor Kabupaten Gresik.

Narkoba dan miras juga termasuk penjajahan gaya baru yang harus dilawan. Dampaknya sangat luar biasa dan membahayakan. Bukan hanya pada aspek kesehatan, melainkan juga mempengaruhi cara berpikir generasi muda. Sejarah sudah membuktikan bahwa gerakan-gerakan radikal negara telah mencabik-cabik spirit persatuan dan kesatuan. Nilai-nilai pluralitas di tengah-tengah berbangsa dan bernegara menjadi terkoyak. (Yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top