Anda berada di :
Rumah > Internasional > Roda Bermasalah Pasawat Airfast Mendarat di Laut

Roda Bermasalah Pasawat Airfast Mendarat di Laut

Ilustrasi- Pesawat amfibi BE 200 ES produksi perusahaan dirgantara Rusia, Beriev. (beriev.com)

Jakarta – Pesawat amfibi jenis Twin Otter DHC6 dengan registrasi PK-OCK milik maskapai Airfast Indonesia pada Sabtu siang (10/3) terpaksa mendarat di perairan kawasan pantai Ocarina, Batam, setelah membatalkan pendaratan di Bandara Hang Nadim lantaran roda pesawat bermasalah.

Pesawat rute Pulau Bawah, Kepulauan Anambas tujuan Batam itu memutuskan mendarat di air karena roda pendaratan sebelah kiri tidak bisa diturunkan, kata Managing Director Airfast Indonesia Arif Wibodo dalam keterangan resminya, Minggu.

Airfast juga memastikan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah 8 orang semuanya selamat dan dalam kondisi baik tanpa luka, begitu juga pilot pesawatnya.

Arif mengatakan, pesawat diawaki dua orang pilot terlatih dan berpengalaman menerbangkan pesawat jenis amfibi sehingga berhasil mendaratkan pesawat di pesisir pantai dan menghentikan pesawat di area pantai yang berpasir landai.

“Semua penumpang turun dari pesawat secara normal dan diantar oleh petugas Airfast Indonesia ke bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Airfast Indonesia untuk meneruskan perjalanan mereka selanjutnya,” katanya.

Mengenai kondisi pesawat, Arif mengatakan, memerlukan perbaikan ringan pada sistem roda pendarat untuk kemudian siap diterbangkan kembali dari wilayah pantai Ocarina menuju ke bandara Hang Nadim untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Peristiwa ini dilaporkan oleh Airfast dan dikoordinasikan dengan Direktorat Kelaik-Udaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia.

Kejadian ini dikategorikan “incident” bukan “accident” karena bukan pendaratan darurat atau emergency landing ataupun “ditching” karena pesawat memang berjenis amfibi yang tersertifikasi untuk melakukan tinggal landas ataupun mendarat di landasan maupun di air (sungai, danau dan laut).

Saat ini pesawat beregistrasi PK-OCK tersebut masih berada di bibir pantai Ocarina, Batam, menunggu air laut pasang agar bisa didorong ke laut untuk bisa tinggal landas dari laut. (ant)

 

Sumber : antaranews.com

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top