Anda berada di :
Rumah > Hukum > Tanpa Nama Tersangka, SPDP Kasus Penistaan Agama Pernikahan Manusia Dengan Kambing Diserahkan Ke Kejari Gresik

Tanpa Nama Tersangka, SPDP Kasus Penistaan Agama Pernikahan Manusia Dengan Kambing Diserahkan Ke Kejari Gresik

Kejari Gresik saat melakukan konfrensi pers kasus penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing

Gresik – Penyidik Polres Gresik telah mengirimkan Surat Perintah Dimualinya Penyidikan (SPDP) dengan nomor : SPDP/118/IV/2022 Reskrim tertanggal 20 Juni 2022 terkait kasus pernikahan manusia dengan kambing di pesanggarahan milik Nur Hudi Didin Arianto anggota DPRD Gresik dari Fraksi Nasdem ke Kejaksaan Negeri Gresik tanpa nama  tersangka.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik, Ludy Himawan mengaku pihaknya tidak memiliki hak terkait dengan SPDP tanpa nama tersangka dari penyidik Polres Gresik.

“Dengan dikirimkanya SPDP dari Polres Gresik, berarti penyidik telah yakin sudah ada tersangkanya,” kata Ludy saat press rilis di Kantor Kejari Gresik, Selasa (21/6/2022).

Ditegaskan Ludy, pihaknya tidak bisa mengintervensi siapa yang bakal dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Gresik, karena bukan ranah Kejaksaan.

“Jadi siapa yang bakal ditersangka-kan bukan ranahnya. Karena itu masih jadi ranah Polres Gresik,” tegas dia

Kendati tidak memiliki kewenangan menanyakan siapa tersangkanya setelah SPDP dikirim, tetapi pihak kejaksaan memiliki limit waktu untuk menanyakan perkembangan kasus yang sudah dinyatakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik sebagai penistaan agama.

“Karena kasusnya masih sidik oleh Polres Gresik kami tidak berhak menanyakan siapa tersangka nya. Tetapi jika selama 30 hari sejak SPDP dikirim tidak mengirimkan berkas perkembangan penyidikan kami akan mengirimkan surat untuk menanyakan perkembangan perkara ini,” ungkapnya

Ludy kembali menjelaskan, pihak Kejari Gresik dalam kasus ini telah menugaskan lima jaksa penyelidik untuk memantau perkembangan kasus yang mencoreng icon Gresik sebagai Kota santri.

“Kami menugaskan lima jaksa penyelidik untuk memantau perkembangan kasus ini,” pungkasnya.

Menanggapi surat SPDP yang dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Gresik oleh penyidik Polres Gresik, praktisi hukum dari Universitas Airlangga Surabaya, I Wayan Titip Sulaksana mengaku gembira. Menurutnya dengan lahirnya SPDP berarti kasus atensi masyarakat luas ini ada perkembangan yang signifikan.

“Alhamdulillah berarti meningkat dari penyelidikan menjadi penyidikan ini artinya sudah ada tersangkanya,” ungkap Wayan Titip, Selasa (21/6/2022).

Ia meminta kepada jajaran penyidik Polres Gresik untuk tegas dan segera menahan para tersangkanya. “Tinggal minta penyidik untuk menahan para tersangka karena sanksi pidananya lebih dr 5 tahun,” tandasnya.

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top