Anda berada di :
Rumah > Advedtorial > Ketua DPRD Gresik : Hasil Studi Banding ke Jogjakarta Bisa di Aplikasikan di Kawasan Bandar Grisse

Ketua DPRD Gresik : Hasil Studi Banding ke Jogjakarta Bisa di Aplikasikan di Kawasan Bandar Grisse

Ketua DPRD Gresik : Hasil Studi Banding ke Jogjakarta Bisa di Aplikasikan di Kawasan Bandar Grisse

Dilihat 1552

GRESIK, www.cahayapena.co.id  – Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir dalam sebuah Forum Group Diskusi (FGD) yang di adaka oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekafbudpora) dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) di Bandar Grisse, Senin (15/5/2023) inginkan Kawasan Bandar Grisse menjadi Destinasi wisata baru di Gresik.

 

Untuk itu diperlukan suatu tata kelola yang baik agar Kawasan ini selalu ramai dikunjungi warga baik dari Gresik maupun dari luar Gresik seperti layaknya di jaan Malioboro di Jogjakarta.

 

“ Beberapa waktu lalu DPRD Gresik telah melakukan studi banding ke Dinas Pariwisata dan kebudayaan kota Jogjakarta. Dari situ dapat kita peroleh beberapa masukan yang bisa kita adopsi untuk kita terapkan dalam pengelolaan Kawasan Bandar Grisse” ungkap Qodir politisi dari fraksi PKB

 

“Salah satu yang perlu kita tiru seperti disediakannya kantong-kantong parkir sehingga sepanjang Kawasan Bandar Grisse jalan Basuki Rahmat ini bersih dari kedaraan yang terparkir di tepi jalan. Juga penempatan PKL yang ada, perlu diberikan tempat terpusat sehingga tidak mengotori trotoar seperti yang terjadi sekarang ini.” Imbuhnya.

 

Hal Senada juga disampaikan Ketu Komisi II DPRD Gresik, Asro’in Widiyana, politisi dari fraksi Golkar ini  juga menyampaikan perlu adanya Unit Penglolahan Tehnis (UPT) tersendiri yang fokus mengurusi Kawasan Bandar Grisse dan Kawasan Gresik Heritage ini.

 

“Bupati Gresik perlu membuat Surat Keputusan (SK) agar dibentuk UPT dibawa Naungan Disparekrafbudpora agar kawasan Bandar Grisse  yang terintegrasi dengan Kawasan Gresik Heritage ini bisa dikelola dengan baik seperti di Jogjakarta. Disana dibikin UPT Budaya yang fokus menata dan menjaga kawasan Malioboro agar tetap Ramai dikunjungi, Bersih dan Aman bagi wisatawan.” Jelasnya.

Dengan adanya UPT tersendiri Kawasan Bandar Grisse bisa bersaing dengan kawasan Kabupaten /Kota  yang ada di Jawa Timur seperti di Madiun, di Kediri dan Surabaya yang saat ini sedang menata jalan Tunjungan menjadi tempat yang ramai dikunjungi warga.

 

“Jika diperlukan tambahan anggaran DPRD Gresik melalui Komisi II yang membidangi dinas terkait siap mendukung dan support melalui P-APBD nanti” tambahnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Gresik Gus Yani menyampaikan usulan untuk memberikan wewenang yang lebih besar kepada Disparekafbudpora untuk kelola Bandar Grisse akan ditindaklanjuti.

 

“Saya sepakat dan mendukung apa yang disampaikan pak Ketua DPRD dan Ketua Komisi II, Untuk hal itu saya serahkan sepenuhnya kepada OPD terkait yakni Kepala Dinas  Parekafbudpora untuk melakukan kajian terkait perlu adanya UPT yang menangani Kawasan Bandar Grisse tersebut” katanya.

“Saya berharap di kawasan ini ada agenda rutin yang bisa menarik pengunjung sehingga Bandar Grisse akan lebih dikenal lagi tidak hanya di Kabupaten gresik tapi juga ke seluruh Indonesia” kata Gus Yani sapaan akrabnya. (ADV/Gil)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top