Anda berada di :
Rumah > Hukum > Ketika Pembeli Tanah Tidak Lunasi Pembayaran, Pembatalan Berakhir di Persidangan

Ketika Pembeli Tanah Tidak Lunasi Pembayaran, Pembatalan Berakhir di Persidangan

GRESIK – Jalan damai untuk menagih penyelesaian pembayaran jual beli bidang tanah seluas 3.184 M2 di dusun Kemendung Desa Ngembung Kecamatan Cerme akhirnya harus juga diselesaikan di meja hijau.

Sony Aris Andriansyah (30) sang ahli waris dari Hj. Salamah (Alm) pemilik tanah yang dijual kepada pembeli Edi Tanu Widjaya menuntut pembatalan jual beli atas tanah tersebut karena pembeli hingga saat ini belum melunasi pembelian tanah tersebut.

Diceritakan oleh Sony bahwa jual beli terjadi pada tahun 2016 lalu, dengan objek tanah bidang seluas 3.184 M2 dengan kesepakatan harga Rp. 700 ribu per Meter persegi. Dengan perkiraan nominal sebesar Rp. 2,280 Milyar.

Dari kesepakatan tersebut pembeli baru memberikan uang sebesar Rp. 500 juta dan menjanjikan sisa kekurangan akan dibayar kemudian. Namun  setelah ditagih janji pembayaran tersebut , pembeli hanya janji –janji dan tidak ada kepastian.

Hj. Salamah pun akhirnya membatalkan jual beli tersebut, namun Edi Tanu malah melaporkan Hj salamah ke polisi dengan tuduhan penipuan. Sejak saat itu Hj salamah jatuh sakit dan akhirnya bulan November 2016 meninggal dunia karena sakit.

Sony Aris sebagai salah satu ahli waris yang pada saat itu tidak dilibatkan dalam jual beli tersebut menuntut pembatalan jual beli tersebut dan siap mengembalikan uang tanda jadi Rp. 500 juta dari pembeli Edi Tanu Widjaya.

Lokasi tanah yang jadi sengketa
Lokasi tanah yang jadi sengketa

Melalui kuasa hukumnya Sulton Sulaiman SH diterangkan bahwa proses jual beli ini masih belum selesai karena pelunasan pembayaran belum dilakukan. Sedangkan pembeli dinilai tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan proses jual beli ini malah membuat laporan ke polisi.

“proses jual beli tanah Hj Salamah ini terpaksa dibatalkan oleh pihak penjual karena pembeli  enggan melunasi sisa kekurangannya sesuai kesepakatan” terang Sulton  kepada wartawan (15/3)

Dia menambahkan, jika semua berkas Asli masih dipegang oleh pihak Ahli waris, saksi – saksi yang adapun menguatkan bahwa tanah tersebut belum dilunasi oleh pembeli.

“Klien kami masih memegang Bukti Petok D asli, dan belum ada perubahan. Jika ada Petok D yang terbit dengan objek yang sama, maka harus ditelusuri siapa yang mengeluarkan tersebut? Asli atau tidak?” imbuhnya.

Masalah ini sudah dalam proses sidang perdata dan rencananya besok (kamis 16/3/2017) aka nada putusan sidang oleh Pengadilan Negeri Gresik.

Saat ditanya jika kemungkinan nanti dalam perkara ini keputusan sidang tidak menguntungkan kliennya, apa yang akan dilakukan?

“ kami akan lakukan banding, karena kami mempunyai bukti –bukti yang cukup kuat, apalagi pembeli jelas –jelas belum melakukan pelunasan dalam proses jual beli ini” pungkasnya

Diketahui bahwa masalah ini disidang dalam kasus perdata nomer 68/Pdt.G/2016/PN.Gs yang disidangkan di Pengadilan Negeri Gresik. (shol)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top