Anda berada di :
Rumah > Hukum > Dewan Pers: Jangan Salah Gunakan Pers

Dewan Pers: Jangan Salah Gunakan Pers

Dewan Pers
Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. H. Bagir Manan, S.H (int)

Pontianak – Ketua Dewan Pers, Bagir Manan mengingatkan kepada semua pihak terutama pemilik dan pelaku media agar tidak menggunakan pers untuk kepentingan negatif.

“Saya imbau agar jangan ada yang iseng menggunakan pers untuk kepentingan-kepentingan yang tidak sehat. Karena pers sendiri, bisa dimanfaatkan sebagai unsur politik dan bisa juga non-politik,” kata Bagir Manan saat menjadi pembicara pada Seminar Literasi Media yang digelar Dewan Pers di Singkawang, Kalbar, Selasa.

Menurutnya, banyak hal yang bisa mempengaruhi kinerja pers. Sehingga dapat menghasilkan produk-produk pers yang tidak selalu bermutu baik, berisi hal-hal yang bisa tidak memuaskan semua pihak, dan sebagainya.

Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan kinerja wartawan menjadi kurang baik. Misalnya, kebutuhan wartawan. Tidak punya waktu untuk mempersiapkan wartawan dengan baik, lalu wartawan harus belajar sambil bekerja.

“Ada lagi, pers sebagai bagian dari usaha ekonomi. Kadang-kadang itu juga bisa mempengaruhi cara kerja pers, selanjutnya, pers juga tidak luput dari politik,” katanya.

Pada umumnya, kata Bagir, pers-pers besar yang sudah punya tradisi, secara garis besar mereka sudah memenuhi skala standar pers.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak membuka Seminar Literasi Media yang digelar Dewan Pers, di Hotel Dangau, Selasa.

“Literasi itukan pengertian untuk menyebarkan pengetahuan. Bahwa pers itu tidak hanya diketahui oleh pers itu sendiri, tapi masyarakat juga harus paham tentang pers,” kata Bagir Manan lagi.

Menurutnya, masyarakat adalah sasaran sebagai obyek maupun konsumen dari berita. “Kalau masyarakat tidak paham kan susah,” kata mantan Ketua MA itu.

Kemudian, pers juga menurutnya bukan sesuatu yang kebal dari kesalahan. “Pers bisa salah, dan dapat merugikan orang lain karena kesalahannya,” ujarnya.

Ketua Dewan Pers menyebutkan, jika pers sangat berkembang sejak zaman Reformasi. Berkembangnya luar biasa cepatnya. Sehingga, kadang-kadang dirinya untuk mendukung pers pun tidak sanggup. (ant/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top