Anda berada di :
Rumah > Hukum > 18 Pasukan Khusus Tewas Saat Serang Abu Sayyaf

18 Pasukan Khusus Tewas Saat Serang Abu Sayyaf

anggota pasukan Filipina yang terluka setelah bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf
Pejabat Kementerian Pertahanan Filipna Voltaire Gazmin (dua dari kanan) dan Kepala Militer Filipna Jenderal Hernando Iriberri (kanan) menjenguk salah satu anggota pasukan Filipina yang terluka setelah bertempur melawan kelompok Abu Sayyaf. FOTO: int

 

Jakarta –  Puluhan PrajuritPasukan Khusus Filipina tewas dalam pertempuran sengit dengan para militant Abu Sayyaf di pulau Sulu Propinsi Basilan Filipina (9/4). Tercatat 18 prajurit tewas dan 53 lainnya mengalami luka – luka. Pertempuran itu dalam upaya pembebasan sandera oleh kelompok militant Abu Sayyaf.

Upaya penyerangan ke basis kelompok tersebut belum sampai pada titik target. Namun pasukan khusus tentara Filipina sudah di hadang dengan serangan yang sengit. Yang membuat pasukan Filipina harus kehilangan 18 pasukannya.

Dan yang lebih mengenaskan lagi adalah empat pasukan Filipina ditemukan tewas dalam kondisi dipenggal kelompok militant Abu Sayyaf. Sementara dari pihak Abu Sayyaf hanya lima orang yang tewas dan 53 mengalami luka – luka. Termasuk pemimpin senior Radzmil Jannatul.

Kepala Militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri mengatakan ”Seluruh pasukan tengah berduka,” ujar kemarin. (10/4)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir terkait keselamatan WNI mengatakan, pihaknya masih memastikan keselamatan sepuluh WNI yang saat ini disandera di Pulau Sulu. ”Kami terus mempererat komunikasi dengan pemerintah Filipina,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, sejauh ini belum ada perkem- bangan signifikan terkait sepuluh WNI yang disandera. Saat ini posisinya hanya bisa menunggu perkembangan dari pemerintah Filipina.

”Tapi, ada opsi lainnya. Mungkin bisa ada observer atau pemantau. Nanti bisa kita kirimkan untuk melihat bagaimana upaya pembebasan pemerintah Filipina,” jelasnya.

Disinggung soal pembayaran tebusan, semua diserahkan ke perusahaan. Pemerintah tidak ikut serta dalam pembayaran tebusan tersebut. ”Ya, nggak ikut campur soal membayar tebusan,” ucap mantan Kapolda Jatim tersebut. (jpnn/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top