Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Warga Menuntut Ganti Rugi Lahan imbas Proyek

Warga Menuntut Ganti Rugi Lahan imbas Proyek

Krakatau Tirta Industri

Serang- Anggota DPRD Kabupaten Serang asal Kecamatan Anyer Heri Azhari menegaskan kepada pihak PT. Karakatau Tirta Industri (KTI) agar memenuhi aspirasi warga Kecamatan Anyer dan Cinangka, jika ingin proyek Pipanisasi Pasauran-Anyer berjalan dengan lancar dan sesuai progres.

 

Heri mengaku telah menyampaikan hal itu  saat mendatangi Management PT. KTI bersamanperwakilan warga, beberapa waktu lalu.

 

Walau bagaimanapun PT. KTI harus memperlihatkan sebagai salah satu anak BUMN yang bijaksana, aspirasi warga yang rumah dan lahannya bakal di lewati oleh proyek pipanisasi harus dipenuhi. Beberapa nilai teras dan lahan yang dilalui oleh proyek pipanisasi tersebut, bukan sekedar uang kerohiman. “Kata Heri dikantornya saat ditemui”.

 

Selain harus mengganti kerugian warga yg lahannya digunakan oleh proyek pipanisasi, Heri juga menegaskan agar PT. KTI peduli terhadap pengusaha lokal, dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

 

Yang pertama, KTI harus sosialisasi terhadap warga yang terdampak proyek. Kalau memang ada ganti rugi, sampaikan saja berapa, klasifikasinya bagaimana? Yang kedua, pengusaha lokal diakomodir, karena keterkaitan dengan kearifan lokal,” ujar Heri.

Apabila pengusaha lokal diakomodir, menurut Heri, warga sekitar juga bisa dikaryakan, artinya secara tidak langsung PT KTI membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar.

“Karena di Anyer ini juga banyak pengusaha lokal, sesuai dengan kapasitas. Namanya perusahan dimanapun berinvestasi pasti ada kearifan lokal,” tuturnya.

 

“Kalau pekerjanya bukan orang Anyer, bisa saja mereka akan berbuat hal yang negatif. Namun kalau pekerjanya dari warga sekitar, minimal bisa membantu sosialisasi dan kenal dengan kami, itu lebih bagus,” tutupnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Pengurus Yayasan Patriot Bangsa Kecamatan Anyar, Saidina Ali.

Ia menegaskan tetap menolak kegiatan tersebut, sebelum ada ganti rugi yang jelas atas lahan yang digunakan PT KTI untuk jalur pipa.

 

“Warga hingga saat ini tetap menolak, karena pihak PT KTI dan KS tidak mau berkomitmen apapun untuk penggantian tanah yang digunakan untuk jalur pipa. Halaman sekolah kami akan diacak-acak oleh kegiatan pemasangan pipa KTI ini. Jelas kegiatan KBM terganggu. Tapi mereka (KTI-red) tidak mau ada penggantian lahan yang dipakai untuk jalur pipa itu. Kalau tidak jelas begini, kami tetap menolak,” tuturnya.

Ali pun menambahkan, walaupun akan ada pertemuan lanjutan, kalau memang keinginan dari warga anyer tidak direspon, maka pihaknya akan bertahan menolak.

“Walaupun akan diundang kembali untuk melakukan mediasi, maka tuntutan kami harus dipenuhi terlebih dahulu, yakni penggantian lahan dan ganti rugi gangguan lingkungan yang jelas,” tegas Ali.  (fer/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top