Anda berada di :
Rumah > Featured > Perkuat Icon Gresik Kota Wali dan Kota Santri

Perkuat Icon Gresik Kota Wali dan Kota Santri

 

 

DSCF3363

Gresik – Bupati dan Wakil Bupati Gresik Sambari – Qosim punya tekad yang kuat dalam mewujudkan Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri. Hal ini diwujudkan dalam acara Pawai Budaya. Yang diikuti oleh jajaran forkopimda Kabupaten Gresik. (12/3)

Dengan dandanan serta peran masing – masing seakan mengenalkan kepada masyarakat Kabupaten Gresik bahwa dalam Catatan Sejarah Cikal Bakal Gresik bermula dari Kerajaan Giri Kedaton.

Berperan sebagai Prabu Satmoto Bupati Sambari yang didampingi wakilnya Qosim yang berperan sebagai Syeh Grigis, serta Plt. Sekda Bambang Isdianto berperan sebagai Syeh Koja. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Bahwa Gresik adalah kabupaten yang lekat dengan kebudayaan dan Agamis.

Selain itu kegiatan kirab budaya ini sebagai ajang pembelajaran kepada para generasi muda agar mengetahui dan mengenal sejarah Gresik lebih dalam lagi dalam kegiatan HUT Pemkab Gresik ke – 42 dan Hari Jadi Kota Gresik yang ke-529 tahun.

????????????????????????????????????

Nampak Sambari naik Kereta Kuda bersama istri pada kereta urutan pertama. Untuk kereta kedua ditumpangi oleh wabup Qosim beserta istri. Dan dibelakang jajaran forpimda dan Camat yang menunggang Kuda mengiringi Kereta yang ditumpangi Bupati dan wakil bupati.

Sekitar 40 mobil hias juga tak kalah menarik perhatian masyarakat yang menikmati pawai budaya tersebut. Juga para Camat sekabupaten Gresik berbaris rapi dengan menunggang Kuda.

Hal itu semakin memperkuat ikon Gresik bahwa Kota Gresik adalah Kota Wali dan Kota Santri, pernyataan tersebut diungkapkan oleh Bupati Gresik DR. Ir. H. Sambari Halim Radianto saat memberikan wejangan di hadapan para camat yang kebetulan sebagai prajurit Prabu Satmoto.
Bupati Gresik juga menceritakan tentang sejarah Sunan Giri yang membangun pemerintahan dan tidak pernah putus hingga saat ini. “Dari sejarah pemerintahan sunan Giri di Gresik hingga saat ini, pemerintahan tidak pernah putus, oleh sebab itu, kita harus mempertahankan hal itu. Dan untuk mempertahankan roda pemerintahan agar tidak pernah putus, maka harus ada kerjasama yang baik dengan semua pihak,” ungkap Sambari.

Sementara itu Wakil Bupati Gresik DR. H. Moch. Qosim sangat bangga karena belum tentu di daerah lain terdapat tradisi yang sama yakni kepala daerah dan forkopimda kompak mengenakan pakaian bernuansa agamis seperti saat ini. “Suasana seperti ini memang tiap tahun harus selalu diadakan, selain mengenang perjuangan leluhur kita para auliyah, juga mencerminkan bahwa Gresik Kota Wali dan Kota Santri,” ungkapnya (yan/cp)

 

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top