Anda berada di :
Rumah > Featured > Muhammadiyah: Gerhana Matahari Jangan Dikaitkan ‘Klenik’

Muhammadiyah: Gerhana Matahari Jangan Dikaitkan ‘Klenik’

Gerhana-Matahari-Total

Sumsel – Gerhana Matahari Total (GMT) yang diprediksi akan terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang, rupanya menuai respon dari berbagai pihak. Tak terkecuali Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumsel yang juga turut menyoroti fenomena langka tersebut.
Ketua PWM Sumsel, Prof Dr H Romli MAg meminta, masyarakat menghindari penyambutan GMT nanti dengan cara berlebihan. Apalagi sampai menggunakan cara klenik atau mitos-mitos menyesatkan.
“Menyikapi GMT ini, tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Sebaiknya masyarakat menunaikan ibadah Salat Gerhana, karena GMT ini merupakan kebesaran Allah SWT. Dan nabi Muhammad SAW dulu juga melakukan salat saat terjadi gerhana,” ujar Romli, Sabtu, 5 Maret 2016.
Disebutkan Romli, meskipun salat gerhana sunah untuk dilakukan, tetapi masyarakat lebih baik melaksanakan salat tersebut daripada merayakan fenomena GMT dengan cara hura-hura seperti meniup terompet serta menyalakan musik.
“Ini yang kita khawatirkan. Saat GMT nanti, masyarakat menyimpang dari ajaran Nabi dengan menggelar kegiatan yang tidak bermanfaat. Lebih baik GMT ini dijadikan ajang evaluasi diri dan bersyukur,” ujarnya berharap.
Selain itu, dalam melakukan Salat Gerhana tersebut, sama saja seperti melaksanakan salat sunah dua rekaat biasa. Dia menambahkan, Salat Gerhana yang akan dilakukan nanti, dimulai pada saat terjadi gerhana sampai dengan usai gerhana.
“Berdasarkan jadwal PWM mulai fenomena GMT dapat terlihat pada jam 06.20WIB sampai 08.31WIB. Dan Salat Gerhana akan dilaksanakan pada saat gerhana tersebut,” ujarnya menjelaskan.
Tak hanya itu, PWM juga akan melaksanakan Salat Gerhana berjamaah di beberapa Pimpinan Cabang Muhammadiyah. “Ada enam titik di Palembang yang akan menggelar Salat Gerhana di antaranya di UMP, di Gandus, PCM Plaju Alfurqon, PCM Bukit Kecil, Ranting Muhammadiyah Maskerebet dan Ranting Balayuda.”
Sementara, Ahli Falaq, Teguh Sobri mengatakan, GMT terjadi atas kuasa Allah SWT. Dimana dalam firmannya, Allah sudah menjelaskan matahari berputar pada sumbunya. Begitu juga dengan bulan yang berputar sama dengan matahari.
“Ijtima’ terjadi 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik. Gerhana 9 Maret mendatang akan terjadi 1 menit 52 detik gerhana akan terjadi. Fenomena ini yang terjadi ini karena Allah SWT yang memerintahkannya dan hal ini ada dalam surat Yasin,” katanya.
Untuk itu, dia mengatakan, agar masyarakat tidak menganggap jika fenomena GMT merupakan pertanda buruk yang menyebabkan malapetaka. “Kita jangan menganggap fenomena ini hanya terjadi secara alamiah, namun juga karena kuasa Allah SWT.”pungkasnya. (sp/viva/cp)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top