Anda berada di :
Rumah > Bisnis > Inovasi Semen Indonesia. Mengolah Sampah Mendulang Rupiah – Waste To Zero

Inovasi Semen Indonesia. Mengolah Sampah Mendulang Rupiah – Waste To Zero

Gresik : Semen Indonesia terus menunjukkan konsistensi dalam menjalankan upaya peningkatan kualitas lingkungan. Ini sebagai bentuk tanggungjawab dan partisipasi terhadap mitigasi perubahan cuaca.
Sederet bukti telah ditunjukkan. Diantaranya, penerapan program Clean Development Mechanism (CDM) secara konsisten. Meliputi penerapan konservasi energi melalui operasionalisasi dan pengembangan unit WHRPG (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Gas Buang), penggunaan biomass, penerapan AFR dan menyerap limbah industri tertentu sebagai bahan penolong dalam proses produksi terak. Keseluruhan upaya tersebut membuat Perseroan berhasil menurunkan angka emisi CO2 dan mendapatkan sertifikasi Carbon Emission Reduction (CER). Ini sebagai bentuk pengakuan masyarakat global akan upaya nyata yang dilakukan Semen Indonesia dalam memperbaiki kualitas lingkungan.
Semen Indonesia saat ini sudah mengoperasikan Instalasi Pengolahan Sampah Kota (Waste to Zero) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik Gresik Jawa Timur. Menempati area 20 x 80 meter, pada instalasi ini dibenamkan mesin pengolah sampah dengan merek HQ dari China. Desain kapasitas yang terpasang, oleh sang produsen, mesin ini diklaim mampu ‘melahap’ sampah sebanyak 6,6 ton per jam. Kendati begitu, selama tiga bulan terakhir, di masa trial, mesin hanya di push selama delapan jam per hari dengan kapasitas 500 ton per jam. “Ini memang masih masa percobaan. Kita push pelanpelan karena ini teknologi baru yang ada di Indonesia,” terang Hari Sugiantono, Kadiv Pengelolaan Lingkungan Semen Indonesia Foundation (SMIF) yang bertanggungjawab pengoperasian alat ini.
Cara kerja alat ini cukup sederhana. Tumpukan sampah yang menggunung, dikeruk eskavator dimasukkan dalam hoper. Selanjutnya diangkut menuju mesin pemusnah melalui belt conveyor. Dari sini, mesin mulai bekerja. Tumpukan sampah tak beraturan ini dipilah oleh Balistic Separator. Alat pemilah ini, membagi sampah dalam tiga kategori. Pertama, sampah solid yang terdiri dari material berat. Batu, besi dan lainnya. Material ini dipilah tersendiri dan digunakan sebagai bahan reklamasi.
Kedua, sampah jenih tanah halus, kayu lapuk dan material lunak lainnya. Sampah jenis ini, bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Ketiga yakni sampah plastik yang terdiri dari material berbahan baku plastik, kain, karet dan bahan sejenis. Inilah produk utama dari mesin ini. Material tersebut, diteruskan ke sheeder (mesin pencacah). Dari sini, material plastik ini dicacah dengan ukuran 3 x 3 dan 3 x 5 cm. “Material plastik yang sudah tercacah ini, langsung masuk bag yang masing-masing berkapasitas 40 ton,” jelas Hari yang sehari-hari dibantu dua tenaga staf dan empat orang tenaga outsourcing ini.
Nah, hasil olahan mesin ini yang nantinya akan dikirim ke Pabrik Tuban sebagai bahan bakar alternatif. Dari hasil uji laboratorium, kualitas bahan bakar alternatif dari material plastik ini bisa diandalkan. Panas kalori yang dihasilkan sebesar 4.545 per KKal. Lebih tinggi dari sekam padi yang miliki panas kalori 3.500 /KKal. Selama ini, Pabrik Semen menggunakan batubara sebagai bahan bakar yang miliki panas kalori sebesar 5.600 /KKal. Sejauh ini, kata Hari, pihaknya masih belum lakukan pengiriman ke Tuban. Produk di masa trial, masih ditumpuk di TPA Ngipik. Ini disebabkan, antara SMIF dalam hal ini diwakili Koperasi EsGePride dan Pabrik Tuban masih merumuskan harga ekonomis dari produk ini. “Tapi yang pasti, proyek ini sangat feasible. Ada income yang bisa didapatkan dari sampah yang hampir tak miliki nilai tambah,” tandasnya.
Ke depan, prospek bisnis instalasi ini sangat menguntungkan. Apalagi, bahan baku sampah juga sangat melimpah. Bayangan Hari, jika pengiriman sudah bisa dimulai dan mesin sudah di push mendekati desain kapasitas, rasanya tinggal menunggu waktu saja untuk menutup biaya investasi sebesar Rp 13,5 miliar untuk proyek ini. (yan/sh)zero to waste

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top