Anda berada di :
Rumah > Ekonomi > Marak Tenaga Kerja Asing Ilegal, Buruh Tuntut Segera Sahkan Raperda Perlindungan Ketenagakerjaan

Marak Tenaga Kerja Asing Ilegal, Buruh Tuntut Segera Sahkan Raperda Perlindungan Ketenagakerjaan

mayday

Gresik  – Peringatan May Day atau biasa di sebut juga dengan Hari Buruh bertempat di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Timur (1/5/2016), para pekerja yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu (GRB) dan Persatuan Serikat Pekerja Jawa Timur Menggugat (SAPUJAGAT) menuntut segera di sah kan nya Perda ketenagakerjaan yang telah di janjikan oleh Gubernur Sukarwo sejak 1 tahun lalu. Turut hadir, Wakil Gubernur Jatim , Pangdam, Wakapolda serta jajaran DPRD yang tergabung dalam Komisi E.

Dalam siaran pers yang kami terima ada tiga poin yang menjadi tuntutan mereka pada MAY DAY kali ini

  1. Mendesak Gubernur Jawa Timur segera mengeluarkan surat rekomendasi di tujukan ke Presiden dan DPR RI tentang pencabutan PP 78 2015, tolak kriminalisasi Aktivis buruh dan gerakan rakyat, Bubarkan PHI (Pengadilan Hubungan Industrial), Tolak RUU TAX Amnesty (Pengampunan Bagi Pengemplang Pajak ) serta cabut Surat edaran Direktorat Jenderal Menakertrans No.B.204/PHIJKS/III/2015.
  2. Mendesak kepada DPRD dan Gubernur JATIM agar segera membahas dan mengesahkan RAPERDA tentang Perlindungan Tenaga Kerja.
  3. Menuntut Gubernur JATIM agar mengeluarkan surat edaran kepada Bupati/Walikota tentang perlindungan tenaga kerja korban PHK, dan pelaksanaan putusan MK nomer 07 tahun 2014 yang berisi memerintahkan Bupati/Walikota dan Dinas Tenaga Kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan yang memberlakukan sistem kerja PKWT (kontrak), Outsourcing dan harian lepas. Serta penertipan tenaga kerja asing dengan cara membuka posko pengaduhan adanya tenaga kerja asing yang diduga ilegal, sidak ke perusahaan yang diduga memperkerjakan tenaga kerja asing ilegal dan menjalankan aturan sesuai dengan kesepakatan MEA dan melaporkan pemeriksaan ke kantor Imigrasi untuk di lakukan deportasi.

Ali rifa’i selaku kordinator aksi FSPMI Gresik menerangkan ” kami akan terus mendesak supaya segera di sahkannya Raperda Perlindungan Tenagakerja, karena melihat pemberitaan beberapa akhir ini marak pekerja asing ilegal. Seperti kemarin beredar di pemberitaan online bahwa akan ada 3000 TKA yang akan masuk ke Gresik ” Tegasnya. (yit)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Top