Anda berada di :
Rumah > Ekonomi > Lakukan Layanan Plus, Penjaga Warkop di Angkut Satpol PP

Lakukan Layanan Plus, Penjaga Warkop di Angkut Satpol PP

 


Gresik – Banyaknya Usaha Warung kopi (warkop) yang ada di kota pudak Gresik membuat Satuan Polisi Pamong Praja PP (Satpol PP) harus kerja ekstra dalam mengawasi tingkah laku penjaga warkop khususnya penjaga perempuan, di kota yang dikenal juga dengan sebutan kota santri ini dari perbuatan yang melanggar Norma kesusilaan Dan peredaran Minuman keras (miras).
Untuk itu Operasi secara berkala dilakukan untuk membersihkan Gresik dari peredaran minuman keras (Miras). Hal itu sesuai dengan perda Nomer 15 tahun 2013 tentang anti Miras Dan maksiat.
Senin malam (16/1/2017) Saat Satpol PP Dari hasil Razia yang berhasil mengamankan beberapa botol miras, juga 13 Pramusaji perempuan penjaga Warung yang di indikasi berlebihan dalam melayani pelanggan . Operasi dilakukan di Wilayah Cerme, benjeng, Manyar, Kebomas Dan Gresik kota.
Sebelum dilakukan penjemputan terhadap para perempuan penjaga warkop yang masih muda muda ini, telah diawasi oleh petugas Satpol PP. Setelah dipastikan jika penjaga warkop tersebut melanggar aturan, Maka mereka diangkut ke Kantor Satpol PP di jalan wahidin sudiro husodo untuk dilakukan pembinaan Dan pendataan.
Moelyono Kasi Trantip Pol PP kabupaten Gresik Mengatakan kegiatan Operasi tersebut dalam rangka menjaga ketertiban Dan menegakkan perda Nomer 15 tahun 2013.
“Operasi merupakan kegiatan rutin, Dan mengantisipasi adanya peredaran miras, agar kabupaten Gresik tetap dalam kondisi Aman Dan kondusif.” Katanya.
Dari hasil pendataan para Pramusaji tersebut diketahui ada salah satu Pramusaji yang bernama Fauzia (15) Asal Bojonegoro masih di bawah umur. Petugas satpol PP memberikan catatan khusus untuk dilaporkan ke polres Gresik karena Pemilik warkop memperkerjakan Anak dibawah umur.
Setelah diberikan pembinaan dan pengarahan para penjaga warkop di perbolehkan pulang Namun mereka harus melakukan wajib lapor seminggu Dua Kali yakni pada Hari senin Dan kamis selama satu Bulan.
” semua yang terjaring Sudah di data, Jika nanti masih kedapatan berlebihan dalam melayani konsumen warkop seperti Duduk berdempetan Kami akan Kirim mereka ke panti rehabilitasi sosial di Kediri” ujar Moelyono yang Baru menjabat. (Shol)

 

 

 

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top