Anda berada di :
Rumah > Bisnis > UMKM di Gresik Diprediksi Menurun, Ini Alasannya

UMKM di Gresik Diprediksi Menurun, Ini Alasannya

GRESIK — Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di kota Giri mencapai 192.091. Jumlah yang banyak. Namun, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) memperkirakan adanya penurunan pelaku usaha di 2018 ini.

Kepala Diskoperindag Agus Budiono mengatakan, banyaknya pelaku usaha di Gresik akan mengakibatkan kompetisi yang kuat. “Ini baik. Sehingga tiap pelaku usaha akan terus berkembang,” ucapnya kemarin (5/7).

Tetapi, imbuh Agus, bagi pelaku usaha yang tidak bisa bersaing akan memilih menutup usahanya. Sebab, daya jualnya menurun. “Usaha di Gresik yang banyak itu warung kopi. Sehari, omset bisa mencapai ratusan ribu,” katanya.

Penurunan ini Agus perkirakan karena pengaruh inflasi juga. Sebab, harga-harga tidak stabil. “Konsumen yang diuntungkan,” jelasnya. Lelaki yang juga dosen UMG itu menilai, perlu adanya peningkatan disetiap usaha.

Selama ini, seluruh pelaku usaha mendapatkan fasilitas. Diantaranya pelatihan pengembangan produksi juga memfasilitasi untuk pemasaran. Agus menambahkan, pelaku usaha harusnya lebih kreatif. “Misalnya mulai memanfaatkan sosial media untuk promosi. Sehingga bisa meningkatkan daya jual,” imbuhnya.

Selain warkop, UMKM di Gresik banyak didominasi oleh usaha kuliner, makanan olahan hasil laut, dan kerajinan. “Untuk kerajinan dan makanan olahan khas Gresik ini sudah banyak yang menjual ke luar kota,” imbuhnya.

Daerah sasarannya, Surabaya, Lamongan, Sidoarjo. “Perlu dicontoh untuk UMKM yang sudah ke luar kota. Terutama bagi yang belum. Sebaiknya, segera memasarkan dagangan ke luar Gresik,” tutup Agus. (Am)

Bagikan Ini, Supaya Mereka Juga Tau !

Tinggalkan Komentar

Top